Publikasi ilmiah tidak berhenti ketika sebuah artikel berhasil diterbitkan. Seberapa jauh penelitian dibaca, dikutip, dan memberi pengaruh di lingkungan akademik menjadi bagian penting yang perlu dipahami peneliti. Karena itu, kemampuan mengukur dan memantau research impact menjadi semakin penting dalam pengembangan ekosistem riset. Hal tersebut menjadi fokus Workshop Research Smarter Series #2: Measure, Track, and Elevate Your Research Impact with Scopus yang diselenggarakan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (19/8) secara daring.
Sustainable Development Goals
Mengenal perpustakaan tidak cukup hanya dengan mengetahui letak gedungnya. Bagi mahasiswa pascasarjana, memahami fasilitas, layanan, dan sumber informasi yang tersedia menjadi langkah awal untuk menunjang proses belajar dan penelitian. Hal tersebut diperkenalkan kepada mahasiswa baru Magister Ilmu Hukum dan Magister Hukum Litigasi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui library visit ke Perpustakaan dan Arsip UGM pada 14 dan 15 Agustus 2026.
Memasuki jenjang pendidikan magister dan doktoral, kebutuhan terhadap sumber informasi ilmiah yang kredibel menjadi semakin penting. Hal tersebut turut diperkenalkan kepada mahasiswa baru Program Magister Sains dan Doktor Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui kegiatan Campus Tour ke Perpustakaan dan Arsip UGM, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pengarahan Akademik Mahasiswa Baru dan Researchers’ Enrichment Program (REACH) Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 yang diselenggarakan oleh Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM.
Kimpul yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial ternyata bukan sekadar bahan pengganti dalam kreasi masakan. Di balik kepopulerannya, umbi lokal ini telah menjadi objek penelitian di Universitas Gadjah Mada (UGM) selama lebih dari tiga dekade. Penelusuran melalui Electronic Theses and Dissertations (ETD) Perpustakaan dan Arsip UGM menemukan sedikitnya lima penelitian yang mengkaji kimpul dari beragam perspektif, mulai dari sifat fungsional, modifikasi pati, mikroenkapsulasi, hingga pengembangan kemasan pangan.
Kebutuhan informasi sivitas akademika terus menjadi pertimbangan dalam pengembangan koleksi Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM). Untuk memastikan koleksi yang tersedia tetap sesuai dengan kebutuhan tersebut, Perpustakaan dan Arsip UGM meninjau kembali Kebijakan Pengembangan Koleksi tahun 2026.
Di tengah melimpahnya informasi ilmiah, menemukan referensi yang tepat tidak cukup hanya dengan mengetikkan kata kunci. Kemampuan menelusuri, memilih, dan memanfaatkan sumber ilmiah secara efektif menjadi bagian penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas. Hal tersebut menjadi perhatian Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Workshop Research Smarter Series #1: Getting the Most Out of ScienceDirect for your Research, Selasa (11/8).
Tim UPA Perpustakaan Universitas Cenderawasih (Uncen) datang ke Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan satu tujuan: belajar dari pengalaman pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi. Kunjungan benchmarking yang berlangsung Selasa (11/8) di Ruang Sidang Perpustakaan dan Arsip UGM itu kemudian berkembang menjadi ruang berbagi tentang layanan, teknologi, konten digital, hingga bagaimana sebuah perpustakaan menghadirkan ruang yang nyaman bagi pemustakanya.
Tantangan dalam mengelola referensi dan sitasi seringkali menjadi batu sandungan yang memperlambat laju akademisi dalam menyusun karya ilmiah. Bagi sebagian peneliti dan mahasiswa, menyusun daftar pustaka dan mengelola referensi sering kali menjadi fase yang paling menguras waktu bahkan memicu frustasi dalam penyusunan karya ilmiah. Sedikit saja kesalahan dalam format sitasi dapat berakibat fatal pada proses review jurnal. Menjawab keresahan akademis tersebut, Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah proaktif dengan menggelar “Workshop Literasi Serial Academic Writing: Integrasi Mendeley dalam Database Jurnal untuk Publikasi”.
Suasana Ruang Sidang Perpustakaan dan Arsip UGM pada Rabu (5/8) dipenuhi diskusi hangat. Bukan sekadar kunjungan silaturahmi, pertemuan antara Perpustakaan UIN Sunan Kudus dan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi ruang berbagi pengalaman tentang bagaimana perpustakaan perguruan tinggi terus beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan ekosistem informasi digital.
Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung keunggulan akademik dengan menyambut mahasiswa baru Program Studi Agama dan Lintas Budaya Angkatan 2026 melalui program pengenalan layanan perpustakaan. Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (6/8), di Ruang Seminar Perpustakaan dan Arsip UGM ini bertujuan memperkenalkan berbagai layanan, fasilitas, serta sumber daya akademik yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menempuh pendidikan pascasarjana.