Menjaga kesehatan ternyata bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita. Salah satunya, kelapa yang mudah ditemukan di rumah dapat diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO). Minyak kelapa murni ini menjadi topik menarik dalam Sarasehan Jumat Awal Bulan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (4/9), ketika pengalaman mengonsumsi VCO hingga cara membuatnya sendiri dibagikan kepada para peserta.
Berlangsung di Ruang Co-Working Space BNI, Gedung L7 Lantai 1, sesi yang digagas Bidang Perpustakaan tersebut mengajak peserta mengenal VCO dari sisi yang dekat dengan keseharian. Bukan sekadar mengenal produknya, peserta juga diajak melihat bagaimana bahan sederhana dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan dapat dimanfaatkan secara mandiri.
Sesi diawali Lilik Kurniawati Uswah, S.E., M.Si., yang berbagi pengalaman mengonsumsi VCO secara rutin setiap hari. Menurut Lilik, kebiasaan tersebut memberikan sejumlah manfaat yang ia rasakan dalam kesehariannya, termasuk bagi kesehatan, kulit, dan rambut.
“Saya sudah rutin mengonsumsi VCO setiap hari. Ada banyak manfaat yang saya rasakan, baik untuk kesehatan, kulit, maupun rambut,” ungkap Lilik.
Dalam berbagi pengalamannya, Lilik juga menyampaikan bahwa ia merasakan manfaat VCO untuk menjaga kesehatan jantung dan membantu menurunkan kolesterol. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari diskusi ringan mengenai pilihan dan kebiasaan yang dapat dilakukan untuk lebih memperhatikan kesehatan sehari-hari.
Selanjutnya, Snuria Pusaka, A.Md., menjelaskan tahapan pembuatan VCO yang dapat dilakukan secara sederhana di rumah. Ia menilai pembuatan sendiri dapat menjadi alternatif untuk memperoleh VCO dengan biaya yang lebih terjangkau, khususnya bagi masyarakat yang memiliki akses terhadap kelapa tua.
“Harga VCO relatif mahal, sehingga bisa kita akali dengan membuatnya sendiri, apalagi kalau di rumah banyak kelapa. Cara membuatnya juga cukup mudah,” jelas Snuria.
Proses pembuatan VCO dimulai dengan memarut daging kelapa tua, kemudian mencampurnya dengan air matang dan memerasnya menggunakan kain bersih hingga menghasilkan santan kental. Santan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah transparan dan didiamkan selama 12–24 jam pada suhu ruang hingga terpisah menjadi air dan krim kelapa atau blondo.
Air yang mengendap di bagian bawah kemudian dibuang, sementara krim kelapa dipindahkan ke wadah baru untuk menjalani pengendapan kedua selama sekitar 24 jam. Proses tersebut memungkinkan minyak terpisah dari gumpalan ampas. Minyak yang terbentuk kemudian diambil dan disaring menggunakan tisu atau kapas melalui corong hingga diperoleh VCO yang lebih jernih. VCO selanjutnya disimpan dalam botol kedap udara pada suhu ruang.
Menariknya, proses tersebut tidak harus berakhir ketika VCO sudah diperoleh. Sisa bahan yang dihasilkan masih dapat dimanfaatkan. Ampas kelapa dapat digunakan untuk mengepel lantai, sementara blondo yang tersisa dapat diolah kembali untuk menghasilkan minyak. Sisa bahan dari proses tersebut bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, seperti ketak kelapa. Dengan begitu, setiap bagian dari kelapa dapat diupayakan agar tetap memiliki manfaat dan tidak langsung terbuang.
Berbagi pengetahuan mengenai VCO dalam sarasehan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari cara membuat minyak kelapa secara mandiri, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai kesehatan dan pemanfaatan sumber daya di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan. Pengalaman mengenai konsumsi VCO yang dibagikan Lilik ditempatkan sebagai pengalaman personal, sekaligus menjadi pemantik diskusi mengenai kebiasaan hidup sehat. Di sisi lain, proses berbagi dan belajar bersama dalam sarasehan mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Pembelajaran dapat berlangsung melalui berbagai cara, termasuk dari pengalaman dan keterampilan sederhana yang dibagikan antarpegawai.
Dari kelapa yang ada di sekitar rumah, peserta mendapat lebih dari sekadar resep membuat VCO. Ada pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang bisa dibawa pulang. Sarasehan ini menunjukkan bahwa belajar bisa dimulai dari hal sesederhana melihat kembali apa yang ada di sekitar dan mencari tahu bagaimana memanfaatkannya dengan lebih baik.
Kontributor: Wasilatul Baroroh