Penguatan pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi membutuhkan dukungan layanan yang berkualitas dan sistem informasi yang mampu menjawab kebutuhan pengguna. Untuk mempelajari praktik pengelolaan tersebut, Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (UNM) mengunjungi Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (9/10).
Berita
Kolaborasi antarperpustakaan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pengetahuan, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, dan mengembangkan layanan akademik yang adaptif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) dan San Pedro College Library, Filipina, yang diselenggarakan secara daring pada Senin (12/10).
Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari SMA IT Iqra’ Kota Bengkulu pada Kamis (8/10). Kunjungan yang diikuti oleh sekitar 80 peserta ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat perpustakaan perguruan tinggi, termasuk berbagai fasilitas, layanan, dan aktivitas yang dapat dilakukan di Perpustakaan dan Arsip UGM.
Bunga Anggrek Bulan (Phalaenopsis) mengajarkan bahwa pertumbuhan tidak selalu langsung terlihat. Sebelum bunga mekar, tanaman terlebih dahulu membutuhkan akar yang kuat, perawatan yang konsisten, dan waktu yang cukup untuk berkembang. Filosofi tersebut menjadi refleksi dalam Sarasehan Rutin Awal Bulan yang diselenggarakan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (2/10/2026).
Menulis karya ilmiah tidak berhenti pada menemukan referensi yang tepat. Setelah literatur terkumpul, peneliti masih perlu memastikan nama penulis, tahun publikasi, DOI, sitasi, hingga daftar pustaka tercatat dengan benar. Pekerjaan yang tampak sederhana ini bisa cukup menyita waktu, terutama ketika naskah harus direvisi atau mengikuti gaya sitasi yang berbeda.
Puluhan jurnal sudah terkumpul. Tab browser semakin banyak. Berbagai artikel sudah dibaca dan dirangkum. Namun, satu pertanyaan masih mengganjal: dari semua penelitian itu, sebenarnya apa yang masih belum terjawab?
Di balik sebuah jurnal yang terbit tepat waktu, ada pekerjaan panjang yang tidak selalu terlihat. Naskah perlu diproses, reviewer perlu dikelola, setiap peran dalam tim harus berjalan, hingga berbagai persyaratan akreditasi dan indeksasi perlu dipastikan terpenuhi.
Bayangkan sedang mencari arah penelitian dari ratusan jurnal. Satu artikel membuka jalan ke artikel lain. Dari satu kata kunci muncul puluhan topik. Belum lagi nama penulis, sitasi, dan daftar referensi yang terus bercabang.
Apa yang membuat sebuah artikel ilmiah enak dibaca dan kuat secara akademik? Jawabannya tidak berhenti pada banyaknya referensi atau data yang dimiliki. Ada alur yang harus bekerja dari awal hingga akhir, membawa pembaca memahami persoalan, mengikuti proses penelitian, hingga menangkap makna sebuah temuan.
Satu kesalahan dalam memilih metode penelitian atau menentukan jurnal sasaran dapat membuat perjalanan sebuah riset berbelok jauh dari tujuan. Bagi peneliti, persoalan itu bahkan bisa berujung pada penolakan manuskrip sebelum masuk ke proses review atau desk rejection.