Apresiasi Pengabdian 20 Tahun, Satyalancana Karya Satya Dianugerahkan kepada Pegawai Perpustakaan dan Arsip UGM 

Dua puluh tahun pengabdian menjadi perjalanan panjang yang layak diapresiasi. Dedikasi tersebut mendapat pengakuan melalui penganugerahan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun kepada Martina Uki Emilyasanti, S.I.Pust. Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Sarasehan Jumat Awal Bulan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (4/9) di Ruang Co-Working Space BNI, Gedung L7 Lantai 1.

Satyalancana Karya Satya merupakan tanda kehormatan yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai penghargaan atas kesetiaan, pengabdian, kejujuran, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas negara. Penganugerahan ini sekaligus menjadi pengakuan atas konsistensi dan dedikasi pegawai dalam menjalankan tanggung jawabnya selama masa pengabdian.

Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas masa pengabdian yang telah ditempuh, sekaligus dapat menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi terbaik.

“Penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas,” ujar Arif.

Penganugerahan Satyalancana Karya Satya kepada Martina Uki berlangsung dalam rangkaian Sarasehan Jumat Awal Bulan, sebuah pertemuan rutin yang diselenggarakan Perpustakaan dan Arsip UGM sebagai ruang untuk mempererat komunikasi, membangun kebersamaan, serta berbagi informasi dan pengetahuan antarkaryawan.

Momentum tersebut memberikan makna tersendiri bagi pelaksanaan sarasehan. Di tengah pertemuan rutin yang menjadi ruang interaksi antarpersonel, penghargaan atas pengabdian selama dua dekade menjadi pengingat bahwa kontribusi setiap individu merupakan bagian penting dalam perjalanan dan keberlangsungan organisasi.

Apresiasi terhadap pengabdian pegawai juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang menghargai kontribusi setiap individu. Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mendorong lingkungan kerja yang produktif, inklusif, dan menghargai kontribusi sumber daya manusia. 

Lebih lanjut, pengabdian selama 20 tahun juga mencerminkan pentingnya konsistensi, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Nilai-nilai tersebut menjadi pondasi dalam membangun budaya kerja yang profesional sekaligus menjaga kualitas kontribusi bagi institusi.

Apresiasi terhadap pengabdian pegawai menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi yang telah diberikan sekaligus dorongan untuk terus berkarya di masa mendatang. Penghargaan tersebut dapat menginspirasi seluruh pegawai untuk menjaga komitmen, integritas, dan profesionalisme dalam memberikan kontribusi terbaik bagi institusi. 

Dua puluh tahun bukan sekadar angka dalam perjalanan pengabdian. Di baliknya terdapat konsistensi, tanggung jawab, dan berbagai kontribusi yang menjadi bagian dari perjalanan sebuah institusi. Penghargaan ini pun menjadi pengingat bahwa dedikasi yang dijalankan dengan sungguh-sungguh akan selalu memiliki arti dan nilai bagi organisasi.

Kontributor: Wasilatul Baroroh