Sejarah perencanaan pembangunan nasional di Indonesia tidak hanya tersimpan dalam dokumen resmi. Jejak pemikiran, keputusan, dan perjalanan kelembagaan juga dapat ditemukan dalam arsip, buku, hingga karya ilmiah yang merekam dinamika pada masanya. Jejak-jejak tersebut kini kembali ditelusuri Kementerian PPN/Bappenas melalui koleksi yang ada di Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tim penyusun Buku Sejarah Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Bappenas berkunjung ke Perpustakaan dan Arsip UGM pada Jumat (4/9) untuk menelusuri berbagai sumber yang dapat memperkaya penyusunan sejarah kelembagaan dan perjalanan perencanaan pembangunan nasional. Penelusuran dilakukan pada arsip, buku, serta Electronic Theses and Dissertations (ETD) yang tersimpan di UGM. Beragam sumber tersebut menjadi bagian penting dalam upaya melihat kembali suatu perjalanan sejarah dari lebih banyak perspektif.
Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Bappenas, Eka Chandra Buana, menyampaikan bahwa penelusuran dilakukan untuk menemukan sumber-sumber historis yang dapat memperkaya penyusunan sejarah kelembagaan, khususnya perjalanan Kedeputian Bidang Perencanaan Makro Pembangunan.
Penelusuran di UGM menjadi bagian dari upaya tim Bappenas melengkapi berbagai sumber sejarah yang telah dihimpun sebelumnya. Arsip, buku, dan karya ilmiah ditelusuri untuk menemukan jejak yang dapat membantu memahami perjalanan kelembagaan sekaligus perkembangan pemikiran perencanaan pembangunan dari masa ke masa. Dalam proses tersebut, koleksi Perpustakaan dan Arsip UGM menjadi salah satu sumber yang memperkaya informasi yang telah dimiliki tim.
Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., menyambut baik penelusuran tersebut. Menurutnya, akses terhadap arsip memiliki ketentuan yang perlu diperhatikan agar pemanfaatannya tetap sesuai dengan regulasi kearsipan.
“Untuk mengakses arsip tentu ada peraturannya. Secara garis besar, pemanfaatan arsip dilakukan melalui prosedur layanan yang berlaku,” ujar Arif.
Kepala Bidang Arsip Perpustakaan dan Arsip UGM, Erna Widayati, S.E., M.M., menjelaskan bahwa penelusuran arsip dapat dilakukan melalui ruang layanan arsip. Pemanfaatan arsip tertentu juga mengikuti ketentuan dan tarif layanan yang berlaku, yang antara lain diperuntukkan untuk kebutuhan perawatan dan pengelolaan arsip.
Dalam proses penelusuran arsip, tim Bappenas juga didampingi Arsiparis UGM, Kurniatun, SIP. Pendampingan dilakukan untuk membantu mengidentifikasi serta menemukan arsip yang relevan dengan kebutuhan penelitian.

Dari ruang arsip, penelusuran kemudian bergerak ke koleksi perpustakaan. Kepala Bidang Perpustakaan, Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa sejumlah buku yang dibutuhkan tim Bappenas ditemukan dalam koleksi Perpustakaan dan Arsip UGM. Selain itu, tim juga menelusuri koleksi ETD yang memuat karya ilmiah civitas academica UGM.
Untuk membantu proses pencarian, Yulistiarini Kumaraningrum, S.E., M.M., menjelaskan bahwa ketersediaan buku maupun ETD dapat terlebih dahulu ditelusuri melalui katalog. Khusus untuk ETD, akses terhadap koleksi dilakukan melalui Ruang ETD sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penelusuran juga membawa tim Bappenas pada koleksi yang memiliki nilai historis khusus. Koordinator Humas dan Urusan Internasional Perpustakaan dan Arsip UGM, Safirotu Khoir, Ph.D., memperkenalkan koleksi langka Lawang Sajarah, yang sebelumnya merupakan bagian dari Perpustakaan Yayasan Hatta. Koleksi tersebut memiliki keterkaitan dengan Mohammad Hatta, tokoh yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap persoalan ekonomi dan pembangunan. Sejumlah buku di dalamnya merupakan karya asli Hatta sehingga berpotensi memberikan konteks pemikiran yang relevan bagi penelusuran sejarah perencanaan pembangunan.
Pemanfaatan arsip, buku, ETD, dan koleksi langka sebagai sumber penelitian turut mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan sumber pengetahuan untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian. Upaya menjaga serta menyediakan rekam jejak kelembagaan juga mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, karena arsip menjadi bagian penting dalam menjaga memori dan dokumentasi perjalanan institusi. Sementara itu, kolaborasi Bappenas dan UGM dalam menelusuri, memverifikasi, dan memanfaatkan berbagai sumber sejarah mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama antarlembaga untuk menghasilkan dokumentasi sejarah yang lebih komprehensif.
Dari lembar arsip hingga buku-buku yang telah berusia puluhan tahun, setiap koleksi menyimpan potongan cerita. Penelusuran atas jejak-jejak tersebut menghidupkan kembali pengetahuan yang tersimpan dan membuka ruang untuk memahami bagaimana gagasan serta kebijakan pembangunan Indonesia terbentuk dari masa ke masa.
Kontributor: Wasilatul Baroroh