Google mungkin menjadi tempat pertama yang dituju saat tugas kuliah datang. Namun, ketika dosen meminta jurnal ilmiah, referensi kredibel, atau sumber untuk penelitian, mahasiswa perlu tahu bahwa ada pilihan yang lebih luas. Bagi Gadjah Mada Muda (Gamada), sebutan bagi mahasiswa baru UGM, salah satunya adalah Perpustakaan dan Arsip UGM.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Betulkah yang diperlukan layanan perpustakaan hanyalah layanan buku? Perlukah untuk menemukan aspek-aspek lain dalam meningkatkan nilai jiwa perpustakaan itu sendiri? Pertanyaan itu dijawab dalam Sharing Session dan Diskusi buku “Mengusahakan Pertolongan Ilahi” yang diselenggarakan pada CollabHub by Paragon, Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Kamis, (27/8). Acara ini mendiskusikan langsung nilai-nilai yang dipegang kukuh oleh Nurhayati Subakat dan sepak terjang Paragon Corporation sedari dulu kala melalui buku Mengusahakan Pertolongan Ilahi. Sekaligus pula merayakan momen kehangatan pada para purnakarya Perpustakaan dan Arsip UGM dengan memberikan kenang-kenangan.
Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai sarana berkomunikasi dan memperoleh informasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun relasi, personal branding, hingga menunjang aktivitas pendidikan dan pekerjaan. Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab dalam bermedia sosial menjadi semakin penting. Hal tersebut menjadi fokus Talkshow dan Bedah Buku bertema “Etika Bermedia Sosial di Era Digital” yang merupakan bagian dari rangkaian acara “Deepublish Store Goes to UGM” yang diselenggarakan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Deepublish Store Rabu (26/8) secara luring.
424 mahasiswa dari 53 negara memulai babak baru kehidupan akademiknya di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelum menyelami perkuliahan, mereka terlebih dahulu diajak mengenal lebih dekat lingkungan kampus, layanan yang tersedia, hingga berbagai pengalaman yang akan mewarnai kehidupan mereka selama menjadi bagian dari UGM.
Satu per satu judul masuk dalam daftar usulan. Ada yang berkaitan dengan agama, hukum, kesehatan, hingga bisnis. Jumlahnya terus bertambah, sampai akhirnya terkumpul 296 judul. Daftar tersebut bukan daftar bacaan biasa. Di balik daftar itu, ada gambaran tentang bahan bacaan yang sedang dicari civitas academica UGM.
Penelitian sudah selesai, data sudah terkumpul, dan manuskrip sudah ditulis. Namun, satu pertanyaan masih menunggu jawaban: apa yang membuat sebuah manuskrip layak diterima jurnal internasional? Jawabannya tidak berhenti pada kualitas hasil penelitian. Cara membangun cerita ilmiah, menyajikan bukti, memilih jurnal, hingga merespons komentar reviewer turut menentukan perjalanan sebuah manuskrip menuju publikasi.
Publikasi ilmiah tidak berhenti ketika sebuah artikel berhasil diterbitkan. Seberapa jauh penelitian dibaca, dikutip, dan memberi pengaruh di lingkungan akademik menjadi bagian penting yang perlu dipahami peneliti. Karena itu, kemampuan mengukur dan memantau research impact menjadi semakin penting dalam pengembangan ekosistem riset. Hal tersebut menjadi fokus Workshop Research Smarter Series #2: Measure, Track, and Elevate Your Research Impact with Scopus yang diselenggarakan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (19/8) secara daring.
Mengenal perpustakaan tidak cukup hanya dengan mengetahui letak gedungnya. Bagi mahasiswa pascasarjana, memahami fasilitas, layanan, dan sumber informasi yang tersedia menjadi langkah awal untuk menunjang proses belajar dan penelitian. Hal tersebut diperkenalkan kepada mahasiswa baru Magister Ilmu Hukum dan Magister Hukum Litigasi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui library visit ke Perpustakaan dan Arsip UGM pada 14 dan 15 Agustus 2026.
Memasuki jenjang pendidikan magister dan doktoral, kebutuhan terhadap sumber informasi ilmiah yang kredibel menjadi semakin penting. Hal tersebut turut diperkenalkan kepada mahasiswa baru Program Magister Sains dan Doktor Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui kegiatan Campus Tour ke Perpustakaan dan Arsip UGM, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pengarahan Akademik Mahasiswa Baru dan Researchers’ Enrichment Program (REACH) Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 yang diselenggarakan oleh Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM.
Kebutuhan informasi sivitas akademika terus menjadi pertimbangan dalam pengembangan koleksi Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM). Untuk memastikan koleksi yang tersedia tetap sesuai dengan kebutuhan tersebut, Perpustakaan dan Arsip UGM meninjau kembali Kebijakan Pengembangan Koleksi tahun 2026.