UGM’s LibSpeak 10 Bahas Urgensi Otomatisasi Data Analytics dengan Artificial Intelligence untuk Pengembangan Layanan Perpustakaan

Forum Pustakawan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan UGM LibSpeak 10, webinar nasional bertema “Otomatisasi Data Analytics dengan Artificial Intelligence untuk Pengembangan Layanan Perpustakaan: Perlukah?”, pada Selasa (27/1/2026) secara daring. Kegiatan ini diikuti 631 peserta yang terdiri atas pustakawan, akademisi, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai daerah di Indonesia.

Forum Pustakawan UGM merupakan wadah komunikasi, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas pustakawan di lingkungan UGM yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan diskusi, berbagi praktik baik, dan penguatan kompetensi profesional. Melalui program UGM’s LibSpeak, forum ini membuka ruang dialog yang lebih luas dengan melibatkan komunitas kepustakawanan nasional dan lintas disiplin.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia UGM’s LibSpeak 10, Barid Budi Wicaksono, yang menegaskan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan dan refleksi kritis, bukan sekadar ajang promosi teknologi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada narasumber, moderator, panitia, serta seluruh peserta yang telah meluangkan waktu dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Antusiasme dan keterlibatan peserta menjadi energi penting bagi keberlanjutan forum-forum diskusi seperti UGM’s LibSpeak ke depan,” ujarnya.

Sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan disampaikan oleh Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak dengan tetap menempatkan pustakawan sebagai aktor utama layanan informasi.

“Teknologi itu seharusnya membantu kerja pustakawan supaya layanan kita makin kuat, bukan justru menggantikan peran kita. Bagaimanapun, sentuhan manusia, pengalaman, dan profesionalisme pustakawan tetap jadi kunci dalam layanan perpustakaan,” ujarnya.

Memasuki sesi inti, webinar menghadirkan Irhamni Ali, Ph.D. dari Perpustakaan Nasional RI sebagai narasumber dengan Nova Indah Wijayanti, M.I.Kom., Pustakawan UGM Kampus Jakarta, sebagai moderator. Dalam paparannya, Irhamni menjelaskan konsep dan kerangka kerja otomatisasi data analytics berbasis AI di perpustakaan, mulai dari pengelolaan laporan rutin hingga pemanfaatan AI untuk analisis tren dan rekomendasi layanan.

“AI itu bukan tujuan akhir. Yang paling penting justru melihat dulu persoalan layanan yang benar-benar kita hadapi, lalu memastikan datanya siap dan indikator kinerjanya jelas,” jelas Irhamni.

Ia juga memaparkan tiga tingkat otomatisasi data analytics yakni otomatisasi laporan, otomatisasi insight, dan keputusan terbimbing, serta menyoroti tantangan utama penerapan AI, seperti kesiapan sumber daya manusia, integrasi data, dan risiko etika serta privasi pemustaka.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan beragam pertanyaan dari peserta, antara lain terkait relevansi AI dalam pengembangan koleksi, pilihan infrastruktur yang paling memungkinkan, akurasi hasil analisis AI, hingga strategi menjaga keamanan dan privasi data pengguna. Diskusi ini mencerminkan beragamnya kebutuhan dan kesiapan perpustakaan dalam mengadopsi teknologi AI.

Lebih jauh, UGM LibSpeak 10 berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi data pustakawan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi informasi secara bertanggung jawab, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui dorongan tata kelola data yang etis dan akuntabel. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi antara pustakawan, akademisi, mahasiswa, dan praktisi lintas disiplin dalam pengembangan layanan perpustakaan berbasis data dan teknologi.

Kegiatan ini dapat mendorong perpustakaan untuk mengadopsi AI secara bertahap, kritis, dan berorientasi pada kebutuhan nyata pemustaka, sehingga inovasi teknologi tetap berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam layanan perpustakaan.

Kontributor: Wasilatul Baroroh