Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional XI dan Seminar Nasional FKP2TN 2026 pada 28–30 Oktober 2026 di UC Hotel UGM, Yogyakarta. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) ini diikuti lebih dari 100 peserta dari 63 perguruan tinggi negeri (PTN), serta melibatkan pengurus, dewan penasihat, dan mitra dari dalam maupun luar negeri.
SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
Komitmen Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mendukung kegiatan penelitian memperoleh pengakuan melalui FKP2TN Award 2026. Perpustakaan dan Arsip UGM meraih predikat Terbaik 1 kategori Best Research Support Library Award dalam malam gala dinner Musyawarah Nasional XI dan Seminar Nasional Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN), Rabu (28/10), di University Club (UC) Hotel UGM, Yogyakarta.
Di tengah tuntutan globalisasi riset yang kompetitif, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) semakin membuka peluang bagi sivitas akademika untuk menelusuri literatur, memahami temuan penelitian, dan meningkatkan efektivitas penulisan publikasi ilmiah. Menjawab kebutuhan tersebut, Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan workshop “Harnessing AI Technologies for Writing International Publications Indexed in EBSCO” pada Selasa (27/10), di Laboratorium Komputer, Gedung L1 Lantai 5, Perpustakaan dan Arsip UGM.
Di tengah maraknya keberadaan jurnal palsu dan abal-abal yang mengintai dunia akademik, ketepatan memilih wadah publikasi ilmiah kini menjadi salah satu tantangan bagi reputasi seorang peneliti. Mengantisipasi risiko tersebut, Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar workshop navigasi publikasi ilmiah guna memandu civitas academica menyalurkan karya riset mereka ke media yang kredibel dan tepat sasaran.
Kolaborasi antarperpustakaan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pengetahuan, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, dan mengembangkan layanan akademik yang adaptif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) dan San Pedro College Library, Filipina, yang diselenggarakan secara daring pada Senin (12/10).
Menulis karya ilmiah tidak berhenti pada menemukan referensi yang tepat. Setelah literatur terkumpul, peneliti masih perlu memastikan nama penulis, tahun publikasi, DOI, sitasi, hingga daftar pustaka tercatat dengan benar. Pekerjaan yang tampak sederhana ini bisa cukup menyita waktu, terutama ketika naskah harus direvisi atau mengikuti gaya sitasi yang berbeda.
Puluhan jurnal sudah terkumpul. Tab browser semakin banyak. Berbagai artikel sudah dibaca dan dirangkum. Namun, satu pertanyaan masih mengganjal: dari semua penelitian itu, sebenarnya apa yang masih belum terjawab?
Bayangkan sedang mencari arah penelitian dari ratusan jurnal. Satu artikel membuka jalan ke artikel lain. Dari satu kata kunci muncul puluhan topik. Belum lagi nama penulis, sitasi, dan daftar referensi yang terus bercabang.
Apa yang membuat sebuah artikel ilmiah enak dibaca dan kuat secara akademik? Jawabannya tidak berhenti pada banyaknya referensi atau data yang dimiliki. Ada alur yang harus bekerja dari awal hingga akhir, membawa pembaca memahami persoalan, mengikuti proses penelitian, hingga menangkap makna sebuah temuan.
Citra perpustakaan sebagai “ruang sunyi tempat menyimpan buku” pelan-pelan mulai terkikis. Menjawab perubahan gaya belajar mahasiswa era digital, pimpinan Perpustakaan Institut Teknologi Bandung (ITB) bertandang ke Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (10/9/2026) untuk diskusi soal pengelolaan fisik perpustakaan dan pengembangan Co-Working Space (CWS).