Kimpul yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial ternyata bukan sekadar bahan pengganti dalam kreasi masakan. Di balik kepopulerannya, umbi lokal ini telah menjadi objek penelitian di Universitas Gadjah Mada (UGM) selama lebih dari tiga dekade. Penelusuran melalui Electronic Theses and Dissertations (ETD) Perpustakaan dan Arsip UGM menemukan sedikitnya lima penelitian yang mengkaji kimpul dari beragam perspektif, mulai dari sifat fungsional, modifikasi pati, mikroenkapsulasi, hingga pengembangan kemasan pangan.
Berita
Kebutuhan informasi sivitas akademika terus menjadi pertimbangan dalam pengembangan koleksi Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM). Untuk memastikan koleksi yang tersedia tetap sesuai dengan kebutuhan tersebut, Perpustakaan dan Arsip UGM meninjau kembali Kebijakan Pengembangan Koleksi tahun 2026.
Di tengah melimpahnya informasi ilmiah, menemukan referensi yang tepat tidak cukup hanya dengan mengetikkan kata kunci. Kemampuan menelusuri, memilih, dan memanfaatkan sumber ilmiah secara efektif menjadi bagian penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas. Hal tersebut menjadi perhatian Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Workshop Research Smarter Series #1: Getting the Most Out of ScienceDirect for your Research, Selasa (11/8).
Tim UPA Perpustakaan Universitas Cenderawasih (Uncen) datang ke Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan satu tujuan: belajar dari pengalaman pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi. Kunjungan benchmarking yang berlangsung Selasa (11/8) di Ruang Sidang Perpustakaan dan Arsip UGM itu kemudian berkembang menjadi ruang berbagi tentang layanan, teknologi, konten digital, hingga bagaimana sebuah perpustakaan menghadirkan ruang yang nyaman bagi pemustakanya.
Tantangan dalam mengelola referensi dan sitasi seringkali menjadi batu sandungan yang memperlambat laju akademisi dalam menyusun karya ilmiah. Bagi sebagian peneliti dan mahasiswa, menyusun daftar pustaka dan mengelola referensi sering kali menjadi fase yang paling menguras waktu bahkan memicu frustasi dalam penyusunan karya ilmiah. Sedikit saja kesalahan dalam format sitasi dapat berakibat fatal pada proses review jurnal. Menjawab keresahan akademis tersebut, Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah proaktif dengan menggelar “Workshop Literasi Serial Academic Writing: Integrasi Mendeley dalam Database Jurnal untuk Publikasi”.
Suasana Ruang Sidang Perpustakaan dan Arsip UGM pada Rabu (5/8) dipenuhi diskusi hangat. Bukan sekadar kunjungan silaturahmi, pertemuan antara Perpustakaan UIN Sunan Kudus dan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi ruang berbagi pengalaman tentang bagaimana perpustakaan perguruan tinggi terus beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan ekosistem informasi digital.
Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung keunggulan akademik dengan menyambut mahasiswa baru Program Studi Agama dan Lintas Budaya Angkatan 2026 melalui program pengenalan layanan perpustakaan. Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (6/8), di Ruang Seminar Perpustakaan dan Arsip UGM ini bertujuan memperkenalkan berbagai layanan, fasilitas, serta sumber daya akademik yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menempuh pendidikan pascasarjana.
Pagi itu, tepuk tangan pertama bukan ditujukan untuk sebuah pencapaian baru, melainkan untuk perjalanan panjang pengabdian. Dua pegawai Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya sebelum peserta diajak menyimak kisah di balik sebuah eksperimen sederhana tentang kekuatan kata-kata. Seluruh rangkaian tersebut tersaji dalam Sarasehan Jumat Awal Bulan yang berlangsung di Ruang Co-Working Space (CWS) BNI Perpustakaan dan Arsip UGM, Jumat (7/8).
Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan studi komparatif dari Universitas Surabaya (UBAYA) pada Senin (4/8/2025). Kunjungan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WIB di Ruang Sidang Perpustakaan dan Arsip UGM ini menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai perjalanan pengembangan perpustakaan dari awal berdiri hingga era digital saat ini, sekaligus mempererat sinergi antarperguruan tinggi.
Ide besar sering kali lahir dari sebuah obrolan. Ketika dua institusi duduk bersama, saling berbagi pengalaman, lalu menemukan bahwa mereka bisa saling melengkapi. Suasana itulah yang terasa saat Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Pusat Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Terbuka (UT), Senin (3/8), di Ruang Sidang Arsip Gedung L7 Perpustakaan dan Arsip UGM. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki berbagai peluang kolaborasi dalam pengembangan perpustakaan, kearsipan, hingga teknologi informasi.