Penguatan pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi membutuhkan dukungan layanan yang berkualitas dan sistem informasi yang mampu menjawab kebutuhan pengguna. Untuk mempelajari praktik pengelolaan tersebut, Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (UNM) mengunjungi Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (9/10).
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kolaborasi antarperpustakaan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pengetahuan, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, dan mengembangkan layanan akademik yang adaptif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) dan San Pedro College Library, Filipina, yang diselenggarakan secara daring pada Senin (12/10).
Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari SMA IT Iqra’ Kota Bengkulu pada Kamis (8/10). Kunjungan yang diikuti oleh sekitar 80 peserta ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat perpustakaan perguruan tinggi, termasuk berbagai fasilitas, layanan, dan aktivitas yang dapat dilakukan di Perpustakaan dan Arsip UGM.
Puluhan jurnal sudah terkumpul. Tab browser semakin banyak. Berbagai artikel sudah dibaca dan dirangkum. Namun, satu pertanyaan masih mengganjal: dari semua penelitian itu, sebenarnya apa yang masih belum terjawab?
Di balik sebuah jurnal yang terbit tepat waktu, ada pekerjaan panjang yang tidak selalu terlihat. Naskah perlu diproses, reviewer perlu dikelola, setiap peran dalam tim harus berjalan, hingga berbagai persyaratan akreditasi dan indeksasi perlu dipastikan terpenuhi.
Satu kesalahan dalam memilih metode penelitian atau menentukan jurnal sasaran dapat membuat perjalanan sebuah riset berbelok jauh dari tujuan. Bagi peneliti, persoalan itu bahkan bisa berujung pada penolakan manuskrip sebelum masuk ke proses review atau desk rejection.
Citra perpustakaan sebagai “ruang sunyi tempat menyimpan buku” pelan-pelan mulai terkikis. Menjawab perubahan gaya belajar mahasiswa era digital, pimpinan Perpustakaan Institut Teknologi Bandung (ITB) bertandang ke Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (10/9/2026) untuk diskusi soal pengelolaan fisik perpustakaan dan pengembangan Co-Working Space (CWS).
AI bisa mempercepat riset. Tapi apakah kita boleh sepenuhnya mempercayainya? Pertanyaan krusial ini mengemuka di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan dalam lanskap akademik, yang kini menjadi pisau bermata dua bagi kredibilitas dunia ilmiah.
Sejarah perencanaan pembangunan nasional di Indonesia tidak hanya tersimpan dalam dokumen resmi. Jejak pemikiran, keputusan, dan perjalanan kelembagaan juga dapat ditemukan dalam arsip, buku, hingga karya ilmiah yang merekam dinamika pada masanya. Jejak-jejak tersebut kini kembali ditelusuri Kementerian PPN/Bappenas melalui koleksi yang ada di Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM).
Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai sarana berkomunikasi dan memperoleh informasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun relasi, personal branding, hingga menunjang aktivitas pendidikan dan pekerjaan. Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab dalam bermedia sosial menjadi semakin penting. Hal tersebut menjadi fokus Talkshow dan Bedah Buku bertema “Etika Bermedia Sosial di Era Digital” yang merupakan bagian dari rangkaian acara “Deepublish Store Goes to UGM” yang diselenggarakan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Deepublish Store Rabu (26/8) secara luring.