Tantangan dalam mengelola referensi dan sitasi seringkali menjadi batu sandungan yang memperlambat laju akademisi dalam menyusun karya ilmiah. Bagi sebagian peneliti dan mahasiswa, menyusun daftar pustaka dan mengelola referensi sering kali menjadi fase yang paling menguras waktu bahkan memicu frustasi dalam penyusunan karya ilmiah. Sedikit saja kesalahan dalam format sitasi dapat berakibat fatal pada proses review jurnal. Menjawab keresahan akademis tersebut, Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah proaktif dengan menggelar “Workshop Literasi Serial Academic Writing: Integrasi Mendeley dalam Database Jurnal untuk Publikasi”.
Diselenggarakan pada Kamis, (6/8) kegiatan ini memadukan literasi tatap muka di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung L1 Perpustakaan dan Arsip UGM dengan partisipasi daring yang memfasilitasi peserta dari berbagai lokasi. Fleksibilitas format hybrid ini sukses menjaring puluhan sivitas akademika yang antusias, mendobrak batasan ruang fisik untuk memastikan akses literasi yang merata bagi seluruh pemustaka.
Dipandu oleh Dewi Nurhastuti sebagai moderator, workshop ini menghadirkan narasumber Maniso Mustar yang merupakan Pustakawan UGM sekaligus Ketua Forum Pustakawan UGM. Para peserta diajak menyelami teknik-teknik pengelolaan referensi yang efektif, mulai dari cara mengimpor metadata artikel secara otomatis, mengorganisasi pustaka digital pribadi, hingga mengoptimalkan fitur plugin sitasi yang memastikan format penulisan selaras dengan standar jurnal internasional.
“Manajemen referensi bukan sekadar perkara merapikan daftar pustaka di akhir penulisan, melainkan tentang menjaga integritas akademik dan efisiensi waktu peneliti. Melalui optimalisasi dan integrasi perangkat seperti Mendeley, kami di perpustakaan UGM berkomitmen memastikan setiap karya ilmiah yang lahir dari kampus ini memiliki fondasi literatur yang solid, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan”, tegas Maniso dalam pemaparannya.
Kehadiran program literasi serial ini merepresentasikan transformasi peran perpustakaan dan Arsip UGM. Perpustakaan tidak lagi berdiri pasif sebagai ruang penyimpanan koleksi buku, melainkan berevolusi menjadi mitra riset (research partner) yang aktif mendampingi sivitas akademika mulai dari tahap pencarian literatur, tata kelola data riset, hingga pendampingan teknis pra-publikasi.
Komitmen berkelanjutan Perpustakaan UGM ini merupakan bentuk implementasi nyata dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, kegiatan ini berkontribusi pada SDG4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui peningkatan literasi informasi dan kapasitas akademik, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and infrastructure) dengan mendorong percepatan inovasi riset melalui pemanfaatan teknologi informasi yang efisien.
Bagi sivitas akademika yang belum berkesempatan hadir atau ingin mengikuti seri literasi berikutnya, Perpustakaan dan Arsip UGM terus memperbarui informasi pendaftaran program melalui media sosial di instagram @perpustakaan_ugm serta kanal-kanal informasi resmi Perpustakaan dan Arsip UGM lainnya.
Di era disrupsi informasi ini, kualitas seorang ilmuwan tidak hanya diukur dari seberapa brilian ide yang digagasnya, tetapi juga se berapa rapi ia mampu memetakan jejak literatur dari para pendahulunya. Pertanyaannya, sudahkah manajemen referensi Anda siap untuk membawa karya ilmiah Anda bersaing di panggung global?
Kontributor: Kristi Putri Nabila