Di tengah melimpahnya informasi ilmiah, menemukan referensi yang tepat tidak cukup hanya dengan mengetikkan kata kunci. Kemampuan menelusuri, memilih, dan memanfaatkan sumber ilmiah secara efektif menjadi bagian penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas. Hal tersebut menjadi perhatian Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Workshop Research Smarter Series #1: Getting the Most Out of ScienceDirect for your Research, Selasa (11/8).
Bekerja sama dengan Elsevier, kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini mengajak civitas academica UGM mengenal lebih jauh ScienceDirect sebagai salah satu platform sumber informasi ilmiah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan penelitian.
Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi Perpustakaan dan Arsip UGM, Yulistiarini Kumaraningrum, S.P., M.M., mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari rangkaian Research Smarter Series yang disiapkan Perpustakaan dan Arsip UGM untuk memperkenalkan berbagai tools yang dapat membantu civitas academica dalam kegiatan penelitian.
“Workshop ini merupakan salah satu rangkaian workshop yang ada di Perpustakaan dan Arsip UGM. Kami membahas berbagai tools yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penelitian. Kali ini fokusnya pada ScienceDirect, mulai dari bagaimana memaksimalkan penggunaannya, melakukan penelusuran literatur secara lebih efektif, hingga pemanfaatannya untuk mendukung riset dan penulisan ilmiah,” ujar Yulistiarini.
Menurutnya, pemahaman terhadap berbagai sumber dan perangkat pendukung penelitian perlu terus diperkuat agar akses yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, kegiatan tersebut selain memperkenalkan platform, juga memberikan pemahaman praktis mengenai cara penggunaannya.
Dalam workshop tersebut, posisi UGM sebagai pengguna ScienceDirect juga menjadi salah satu perhatian. Yulistiarini menyampaikan bahwa UGM merupakan salah satu institusi yang berlangganan layanan ScienceDirect.
Pernyataan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Pradipta Faikar Hakim, Customer Success Manager Elsevier South East Asia–Indonesia, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan data yang disampaikan, UGM tercatat sebagai pengguna layanan ScienceDirect dengan tingkat penggunaan tertinggi.
“Berdasarkan data yang kami miliki, UGM merupakan pengguna layanan ScienceDirect terbanyak,” kata Pradipta.
Data tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan civitas academica UGM terhadap akses literatur ilmiah untuk mendukung aktivitas akademik dan penelitian. Namun, ketersediaan akses perlu diikuti dengan kemampuan pengguna dalam memanfaatkan fitur dan fasilitas yang tersedia secara optimal.
Pada sesi utama yang dipandu oleh Pustakawan UGM yakni Barid Budi Wicaksono, Pradipta memperkenalkan ScienceDirect sekaligus berbagai tools yang tersedia di dalam platform tersebut. Peserta diajak memahami fungsi dan pemanfaatannya, termasuk bagaimana melakukan pencarian informasi serta menemukan literatur yang relevan dengan kebutuhan penelitian.
Materi juga diarahkan pada strategi penelusuran literatur yang lebih efektif. Dengan mengenali fitur dan cara kerja platform, pengguna diharapkan dapat melakukan pencarian secara lebih terarah dan memanfaatkan sumber ilmiah yang tersedia untuk memperkuat proses riset maupun penulisan ilmiah.
Melalui Research Smarter Series, Perpustakaan dan Arsip UGM terus mendorong peningkatan kapasitas civitas academica dalam memanfaatkan sumber dan teknologi informasi untuk mendukung penelitian. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan akses dan kapasitas pembelajaran; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam pemanfaatan infrastruktur dan teknologi informasi untuk mendukung riset dan inovasi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi Perpustakaan dan Arsip UGM dengan Elsevier dalam memperluas akses pengetahuan dan meningkatkan kapasitas civitas academica dalam pemanfaatan sumber informasi ilmiah.
Akses terhadap sumber ilmiah bukanlah tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap sumber yang tersedia benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal. Sebab, semakin tepat seseorang menelusuri dan memanfaatkan informasi, semakin besar pula peluang lahirnya riset yang kuat, relevan, dan berdampak.
Kontributor: Wasilatul Baroroh