Let’s Understand Better: Prof. Mega Subramaniam Bagikan Praktik Transformasi Perpustakaan di Amerika Serikat

Perpustakaan dan Arsip UGM menggelar Sharing Session bertajuk Libraries Without Walls: Expanding Services, Spaces, and Partnerships in the U.S. pada Rabu (1/7). Kegiatan yang diikuti 70 peserta secara luring dan daring ini menghadirkan Prof. Mega Subramaniam, Professor of Information Science, College of Information, University of Maryland, Amerika Serikat, untuk berbagi pengalaman mengenai transformasi layanan perpustakaan di Amerika Serikat.

Sharing session ini merupakan bagian dari program Let’s Understand Better (LUB), sebuah forum berbagi pengetahuan yang diselenggarakan Perpustakaan dan Arsip UGM dengan menghadirkan akademisi, praktisi, maupun mitra internasional. Acara dipandu oleh Koordinator Humas dan Urusan Internasional Perpustakaan dan Arsip UGM, Safirotu Khoir, Ph.D., yang menjelaskan bahwa melalui program LUB, Perpustakaan dan Arsip UGM berupaya memperluas wawasan civitas academica sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam paparannya, Prof. Mega menekankan bahwa perpustakaan harus terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pengguna. “Libraries are no longer just places to store collections. They are spaces for learning, creativity, and community engagement,” ujarnya. Menurutnya, perpustakaan modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyedia koleksi, tetapi juga menjadi ruang yang mendukung pembelajaran, kreativitas, dan kolaborasi.

Peserta juga diajak melihat berbagai praktik pengembangan perpustakaan di Amerika Serikat. Pemanfaatan aplikasi perpustakaan, koleksi elektronik, serta layanan referensi jarak jauh memungkinkan pengguna mengakses informasi kapan saja dan dari mana saja. Di sisi lain, perpustakaan menghadirkan ruang-ruang yang lebih adaptif, seperti makerspace, studio kreasi digital, dan area kolaboratif yang mendukung proses pembelajaran, riset, maupun pengembangan inovasi.

Selain membahas layanan dan ruang, Prof. Mega juga menyoroti pentingnya membangun kemitraan dengan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan komunitas. Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu kunci agar perpustakaan mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus tetap relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Perpustakaan dan Arsip UGM untuk terus belajar dari praktik-praktik internasional sekaligus memperkuat inovasi layanan di lingkungan UGM.

Berbagai gagasan yang diperoleh melalui sharing session ini dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan layanan digital, menciptakan ruang perpustakaan yang lebih partisipatif, serta membuka peluang kolaborasi internasional di bidang perpustakaan dan literasi digital.

Penyelenggaraan kegiatan ini juga mendukung komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses pembelajaran yang inklusif dan inovatif, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan transformasi digital layanan perpustakaan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi internasional.

Kontributor: Fadia Iftinan Naifarra