Riset Makin Percaya Diri, Workshop Cambridge University Press Bekali Civitas Academica UGM Menelusuri Literatur dan Menembus Publikasi

“Punya ide penelitian bagus, tapi masih bingung cari referensi yang tepat?” Tantangan itu ternyata masih sering dialami mahasiswa maupun peneliti. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Perpustakaan dan Arsip UGM menggelar workshop “From Exploration to Publication with Cambridge University Press (CUP)” pada Rabu (8/7), mengajak ratusan peserta belajar langsung cara mencari literatur ilmiah berkualitas hingga memahami proses publikasi di salah satu penerbit akademik paling bergengsi di dunia.

Workshop yang berlangsung secara luring di Ruang Seminar Lantai 2 Perpustakaan dan Arsip UGM dan juga disiarkan secara daring ini diikuti ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan UGM. Menghadirkan Jona Giovani Harahap, Account Manager Cambridge University Press Indonesia, kegiatan ini dimoderatori dengan sangat apik oleh Afni Isnaini Aprilia, S.IP., dari Perpustakaan Fakultas Hukum UGM.

Membuka acara, Kepala Bidang Perpustakaan Perpustakaan dan Arsip UGM, Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si., mengingatkan bahwa kemampuan mencari informasi ilmiah kini sudah menjadi kebutuhan utama bagi setiap peneliti. “Saat ini kita harus memiliki kemampuan untuk menyaring dan memanfaatkan database ilmiah untuk penulisan karya ilmiah,” ujarnya.

Menurut Wahyu, melimpahnya informasi di internet justru membuat kemampuan memilih referensi yang valid menjadi semakin penting. Database ilmiah membantu peneliti memperoleh sumber yang terpercaya sehingga kualitas penelitian pun ikut meningkat.

Dalam workshop ini peserta diajak menjelajahi berbagai fitur Cambridge University Press. Mulai dari mencari artikel jurnal dan e-book yang relevan, menggunakan filter pencarian agar hasil lebih spesifik, hingga mengenal proses publikasi artikel di Cambridge University Press.

Jona menjelaskan bahwa Cambridge University Press bukanlah penerbit baru di dunia akademik. Reputasinya telah dibangun selama berabad-abad. “Cambridge merupakan salah satu penerbit yang sudah berdiri sejak abad ke-16, sehingga kualitas dan kredibilitasnya telah teruji,” jelasnya.

Ia juga membagikan berbagai tips agar pencarian literatur menjadi lebih efektif, termasuk memanfaatkan kata kunci yang tepat dan fitur-fitur pencarian lanjutan yang sering kali belum banyak diketahui pengguna. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada tahapan publikasi di Cambridge University Press, mulai dari memilih jurnal yang sesuai, hingga strategi meningkatkan peluang naskah diterima di jurnal internasional bereputasi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi. Tak sedikit yang memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai strategi menemukan referensi yang sesuai dengan topik riset hingga peluang menerbitkan artikel di jurnal internasional

Melalui workshop ini, Perpustakaan dan Arsip UGM kembali menegaskan perannya lebih dari sekadar penyedia koleksi, melainkan sebagai mitra belajar dan riset bagi civitas academica. Berbagai pelatihan yang diselenggarakan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi informasi sekaligus memperkuat budaya riset di lingkungan UGM.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kompetensi literasi informasi dan akses terhadap sumber pengetahuan berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan memperkuat ekosistem riset dan inovasi berbasis publikasi ilmiah, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi strategis antara Perpustakaan dan Arsip UGM dengan Cambridge University Press dalam menghadirkan akses terhadap sumber daya ilmiah dan penguatan kapasitas publikasi bagi civitas academica.

Di tengah semakin ketatnya persaingan publikasi ilmiah global, kemampuan menelusuri referensi yang tepat, memanfaatkan database bereputasi, dan membangun jejaring dengan mitra internasional menjadi bekal penting bagi lahirnya penelitian yang berkualitas dan berdampak luas. Melalui kolaborasi seperti ini, Perpustakaan dan Arsip UGM terus berkomitmen mendampingi civitas academica sejak tahap eksplorasi literatur hingga karya mereka siap dipublikasikan.
Kontributor: Wasilatul Baroroh