Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan workshop bertajuk Writing Impactful Abstract & Understanding Publishing Ethics and Policies sekaligus menerima dua penghargaan bergengsi dari Emerald Publishing, Kamis (23/4), di Alumni Corner Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.
Kegiatan ini menjadi sorotan karena tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan menulis abstrak yang efektif, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang etika publikasi ilmiah yang merupakan dua aspek penting dalam ekosistem riset modern.
Workshop menghadirkan William Loh, Customer Success Partner Emerald Publishing, sebagai narasumber utama dan dimoderatori Irwan Sukardi, Business Manager Indonesia Emerald Publishing. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi, dengan total lebih dari 300 peserta yang tergabung baik secara daring maupun luring.
Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman SIP., MBA., hadir membuka acara sekaligus memberikan sambutan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra penerbit global dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah sivitas akademika.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan Emerald Publishing. Kami berharap ke depan sivitas akademika UGM dapat terus berkontribusi dalam memperkuat budaya akademik dan menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas,” ujarnya.
William Loh membawakan materi mengenai strategi menulis abstrak yang ringkas, jelas, dan berdampak. Ia menjelaskan bahwa abstrak harus mampu mencerminkan tujuan penelitian, metode, temuan utama, serta kontribusi riset secara padat agar dapat menarik perhatian editor, reviewer, dan pembaca. Selain itu, peserta juga mendapat pemahaman mengenai pentingnya memilih kata kunci yang tepat, menyusun struktur abstrak yang efektif, serta menyesuaikan gaya penulisan dengan standar jurnal ilmiah.
Pada sesi berikutnya, narasumber membahas etika dan kebijakan publikasi ilmiah, termasuk pentingnya orisinalitas karya, pencegahan plagiarisme, transparansi dalam kepenulisan, serta pemahaman terhadap proses peer review. William Loh juga menekankan pentingnya peneliti memahami kebijakan penerbit, hak cipta, dan prinsip integritas akademik agar publikasi yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga etis dan bertanggung jawab.
Momentum penting lainnya dalam acara tersebut adalah penyerahan dua penghargaan dari Emerald Publishing kepada UGM, yakni High Use Award dan High Research Award. Penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi atas tingginya pemanfaatan sumber daya ilmiah Emerald oleh civitas academica UGM, sekaligus kontribusi riset yang dihasilkan.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wan Yat Seng selaku Regional Director East Asia Emerald Publishing kepada Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, S.IP., MBA. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kontribusi dalam pemanfaatan sumber informasi ilmiah serta penguatan publikasi akademik,”
Capaian ini menunjukkan bahwa perpustakaan modern tidak lagi sekadar menjadi ruang penyimpanan buku, melainkan pusat pengembangan literasi informasi, riset, dan jejaring kolaborasi global.
Kegiatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan literasi akademik, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kemitraan strategis antara universitas dan penerbit internasional.
Ke depan, tantangan dunia akademik bukan hanya menghasilkan riset, tetapi memastikan riset itu ditulis dengan baik, dipublikasikan secara etis, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dalam konteks itu, peran perpustakaan menjadi semakin strategis sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan masa depan.
Kontributor: Amelia Maharani Pujadi