Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan kunjungan studi praktik baik ke Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (7/5), di Ruang Sidang Arsip Gedung L7 lantai 2 Perpustakaan dan Arsip UGM. Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari pengelolaan repository, pengembangan ruang baca, dan koleksi multimedia sebagai bagian dari upaya Perpustakaan ITS meningkatkan kualitas tata kelola layanan perpustakaan yang lebih berdampak dan relevan dengan kebutuhan pengguna di era digital.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Perpustakaan dan Arsip UGM, yaitu Arif Surachman, SIP., MBA., Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM; Yulistiarini Kumaraningrum, S.P., M.M., Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi; Safirotu Khoir, Ph.D., Koordinator Humas dan Urusan Internasional; serta sejumlah staf Perpustakaan dan Arsip UGM.
Sementara itu, rombongan ITS dipimpin Agus Santoso, S.Sos., M.Med.Kom., Kepala Perpustakaan ITS, didampingi Yusuf Hendra Dwi Kusuma, S.T., M.M., Kepala Subbagian Tata Usaha Perpustakaan ITS, bersama tim pustakawan ITS lainnya.
Dalam sesi diskusi, Perpustakaan dan Arsip UGM memaparkan berbagai praktik baik pengelolaan repository institusi sebagai sarana penyebarluasan karya ilmiah sivitas akademika. Diskusi juga berkembang pada bagaimana perpustakaan menghadirkan layanan literasi informasi untuk mahasiswa, sekaligus memperkuat koleksi multimedia untuk mendukung pembelajaran digital.
Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, menegaskan bahwa perpustakaan perguruan tinggi perlu merespons perubahan kebutuhan pengguna, termasuk pergeseran kebutuhan koleksi dari cetak ke digital.
“Perubahan kebutuhan koleksi dari cetak ke digital menjadi sinyal bahwa perpustakaan harus terus beradaptasi. Layanan perpustakaan perlu dikembangkan agar akses terhadap sumber informasi akademik semakin mudah, cepat, dan relevan dengan kebutuhan sivitas akademika,” ujarnya.
Menurut Arif, forum pertukaran praktik baik seperti ini menjadi penting karena perpustakaan perguruan tinggi menghadapi tantangan yang serupa: bagaimana menghadirkan layanan yang relevan, mudah diakses, dan berdampak nyata bagi sivitas akademika.
Kepala Perpustakaan ITS, Agus Santoso, mengungkapkan bahwa Perpustakaan dan Arsip UGM dipilih sebagai tujuan studi praktik baik karena dinilai memiliki pengalaman dan inovasi layanan yang dapat menjadi inspirasi pengembangan Perpustakaan ITS.
“Kami melihat Perpustakaan dan Arsip UGM memiliki banyak praktik baik yang relevan untuk dipelajari, terutama dalam pengelolaan repository, pengembangan ruang baca, dan koleksi multimedia. Kami berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi masukan penting untuk penguatan layanan Perpustakaan ITS ke depan,” katanya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui penguatan akses informasi, literasi, dan sumber belajar, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antar institusi pendidikan.
Di tengah derasnya transformasi digital pendidikan tinggi, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa perpustakaan masa depan tidak dibangun dengan berjalan sendiri. Ia tumbuh melalui kolaborasi, pertukaran gagasan, dan keberanian untuk terus beradaptasi. Sebab pada akhirnya, perpustakaan bukan hanya tentang koleksi yang disimpan, melainkan tentang bagaimana pengetahuan dapat terus hidup, diakses, dan memberi dampak bagi banyak orang.
Kontributor: Wasilatul Baroroh