ACQUIN Lakukan Visitasi ke Perpustakaan dan Arsip UGM, Tegaskan Peran Strategis Perpustakaan dalam Mutu Akademik

Lembaga akreditasi internasional ACQUIN (The Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute) melakukan visitasi ke Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa, 9 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari asesmen akreditasi untuk 19 program studi dari Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Sekolah Pascasarjana. Kunjungan ini menempatkan perpustakaan sebagai salah satu fasilitas utama yang menjadi indikator mutu akademik universitas.

Sebagai lembaga akreditasi berbasis di Jerman, ACQUIN menilai berbagai aspek pendukung pendidikan, termasuk perpustakaan yang berperan sebagai pusat pengetahuan universitas. Visitasi ini sekaligus melihat bagaimana fasilitas dan layanan perpustakaan menopang aktivitas akademik dan riset secara menyeluruh.

Kedatangan tim asesor ACQUIN diterima oleh Safirotu Khoir, Ph.D., Koordinator Humas dan Urusan Internasional, bersama tim penerima dari Perpustakaan dan Arsip UGM. Ia menegaskan komitmen perpustakaan dalam menyediakan layanan yang relevan dengan kebutuhan civitas academica. “Layanan perpustakaan mendukung penuh kegiatan mahasiswa melalui penyediaan berbagai fasilitas yang memadai, mudah diakses, dan dirancang untuk menunjang proses belajar yang produktif,” ujarnya.

Hadir pula dalam penyambutan, Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si., Kepala Bidang Perpustakaan, dan Yulistiarini

Kumaraningrum, S.P., MM., Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi Perpustakaan dan Arsip, yang turut mendampingi jalannya visitasi.

Rangkaian kunjungan ACQUIN dimulai dari lobi Perpustakaan dan Arsip UGM sebelum berlanjut meninjau berbagai fasilitas unggulan. Tim asesor mengunjungi The Gade Creative Lounge (TGCL) yang dikenal sebagai salah satu study space favorit, kemudian melihat diorama arsip, ruang diskusi, serta studio podcast yang menjadi ruang kreatif baru bagi kegiatan akademik civitas academica.

Melalui peninjauan ini, ACQUIN mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana perpustakaan modern tidak lagi sekadar ruang koleksi, tetapi ekosistem pembelajaran yang memungkinkan kolaborasi, kreativitas, serta pertukaran pengetahuan.

Peran strategis tersebut beririsan kuat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) yang menekankan pentingnya akses pendidikan berkualitas dan fasilitas pembelajaran yang inklusif, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Kuat) yang mendorong tata kelola institusi pendidikan yang transparan dan berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam memperkuat kemitraan global untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pertukaran praktik terbaik antarnegara.

Visitasi ACQUIN menjadi momentum bagi Perpustakaan dan Arsip UGM untuk terus memperkuat inovasi layanan dan mengokohkan perannya sebagai jantung pengetahuan universitas. Langkah ini mendorong peningkatan mutu akademik dan memperjelas kontribusi UGM dalam menyediakan akses ilmu pengetahuan yang semakin luas bagi masyarakat.

Kontributor: Wasilatul Baroroh