Perpustakaan dan Arsip UGM Dukung FH UGM Tingkatkan Literasi Riset Hukum

Perpustakaan dan Arsip UGM kembali menunjukkan perannya sebagai mitra strategis fakultas dalam memperkuat literasi riset. Hal ini terlihat dalam Kelas Metodologi Penelitian Hukum yang digelar Fakultas Hukum UGM pada Senin (29/9) dan Rabu (1/10/2025), menghadirkan tiga staf kompeten sebagai narasumber.

Tiga staf Perpustakaan dan Arsip UGM yang hadir yaitu Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si. (Kepala Bidang Perpustakaan), Safirotu Khoir, Ph.D. (Koordinator Humas dan Urusan Internasional), dan Janu Saptari, S.IP. (Penanggung Jawab Layanan Referensi). Ketiganya berbagi pengalaman dan praktik terbaik seputar akses sumber hukum digital, etika sitasi, serta penggunaan aplikasi zotero sebagai pengelola referensi.

Dalam paparannya, Wahyu menekankan pentingnya keterampilan literasi informasi bagi mahasiswa hukum. “Pustakawan tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan menelusuri, menyeleksi, dan memanfaatkan sumber ilmiah secara efektif. Inilah bekal penting agar karya ilmiah mahasiswa lebih kredibel dan berdaya guna,” ujarnya.

Safirotu Khoir menambahkan dimensi internasional dalam diskusi. “Dengan memanfaatkan database internasional yang sudah dilanggan UGM, mahasiswa bisa mengakses literatur hukum terkini dari berbagai belahan dunia. Ini bukan hanya soal referensi, tetapi juga membuka wawasan global dalam penelitian hukum,” katanya.

Sementara itu, Janu Saptari membimbing mahasiswa secara praktis dalam penggunaan reference management tools. “Aplikasi seperti Zotero mempermudah mahasiswa mengatur sitasi dan daftar pustaka. Hal ini sekaligus mendukung integritas akademik dengan meminimalkan risiko plagiarisme,” jelasnya.

Workshop ini tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa, tetapi juga sejalan dengan komitmen UGM mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Akses literasi riset hukum yang lebih inklusif mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), pemanfaatan teknologi informasi akademik selaras dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), sementara kolaborasi antara fakultas dan perpustakaan menunjukkan praktik nyata SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Dengan kontribusi aktif pustakawan sebagai narasumber, Perpustakaan dan Arsip UGM menegaskan diri bukan hanya sebagai penyedia koleksi, melainkan juga pusat literasi akademik yang mendorong lahirnya generasi peneliti hukum yang lebih kritis, etis, dan kompeten.

Kontributor: Wasilatul Baroroh