Universitas Nusa Cendana (Undana) mempererat hubungan akademiknya dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui kunjungan ke Perpustakaan dan Arsip UGM pada Senin (29/9/2025). Agenda pertemuan tak hanya membahas pengelolaan perpustakaan, tetapi juga menandai perpanjangan perjanjian kerja sama yang telah terjalin sebelumnya.
Bertempat di Ruang Sidang Arsip, Gedung L7 lantai 2, Kepala UPT Perpustakaan Undana, Prof. Dr. Markus Mitem Kledon, MP., hadir bersama dua stafnya. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., beserta jajaran manajemen.
Dalam diskusi, Markus menyoroti kendala yang masih dihadapi Perpustakaan Undana. “Saat ini, perpustakaan di lingkungan Undana masih berjalan sendiri-sendiri. Kami ingin mendapatkan sharing dari Perpustakaan dan Arsip UGM agar seluruh unit bisa terhubung dalam satu sistem layanan terpadu,” ujarnya.
Arif Surachman kemudian membagikan pengalaman Perpustakaan dan Arsip UGM dalam membangun sistem layanan terintegrasi. “Kami menerapkan sistem informasi bersama yang memungkinkan semua perpustakaan fakultas terhubung. Dengan satu pintu layanan, akses informasi menjadi lebih mudah dan efisien,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Yulistiarini Kumaraningrum, S.P., M.M., Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi UGM, yang menekankan keunggulan sistem informasi terpusat sebagai tulang punggung integrasi lintas unit. “Dengan adanya sistem ini, seluruh perpustakaan di lingkungan UGM dapat berjalan seragam dan saling terhubung. Ini memudahkan pengguna sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan,” ujarnya.
Selain aspek sistem, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. UGM memperkenalkan LibeSpeak, forum internal pustakawan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. “SDM pustakawan perlu terus ditingkatkan, karena mereka ujung tombak layanan. Kami juga selalu menetapkan target tahunan sebagai ukuran kinerja,” ungkap Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si., Kepala Bidang Perpustakaan UGM.


Arif menambahkan pentingnya membangun forum pustakawan resmi di Undana sebagai wadah komunikasi dan koordinasi. “Forum ini akan menjadi kanal komunikasi yang efektif, sekaligus memperkuat jejaring pustakawan di Undana,” katanya.
Kerja sama ini meneguhkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui integrasi perpustakaan yang memperluas akses informasi, SDG 16 (Perdamaian,
Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) lewat penguatan tata kelola dan forum pustakawan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antarkampus yang mendorong pertukaran praktik baik dan penguatan kapasitas bersama.
Menutup pertemuan, Markus menyampaikan apresiasinya kepada UGM. “Kami sangat berterima kasih atas keterbukaan dan dukungan UGM. Perpanjangan kerja sama ini akan kami jadikan pijakan untuk membawa Undana ke arah pengelolaan perpustakaan yang lebih terintegrasi,” pungkasnya.
Kunjungan ini membuktikan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi bukan sekadar pertukaran praktik terbaik, melainkan juga upaya membangun ekosistem literasi yang kokoh demi terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat.
Kontributor: Wasilatul Baroroh