Tujuh Staf Perpustakaan dan Arsip UGM Raih Penghargaan Satyalancana Karya Satya

Komitmen dan dedikasi staf Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mendapat apresiasi. Tujuh staf Perpustakaan dan Arsip UGM menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia pada Kamis (10/10/2025). Penghargaan ini diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, dan kinerja luar biasa dalam menjalankan tugasnya di bidang pelayanan pendidikan..

Dua penerima penghargaan 30 tahun adalah Haryanta, S.I.P. dan Ismulyana, S.I.P., M.A., Pustakawan dari Pusat Studi Kependudukan yang telah berdedikasi untuk pengembangan layanan informasi dan manajemen pengetahuan di Perpustakaan dan Arsip UGM. Sementara itu, penghargaan 20 tahun diterima oleh Ully Isnaeni Effendi, S.E., M.Sc., Dr. Herman Setyawan, S.Pd., M.Sc., Fitria Agustina, S.I.P., M.Sc., Dewi Nurhastuti, S.Sos., dan Ahmad Fakih Usman, S.S.

Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., menyampaikan kebanggaannya atas penghargaan tersebut. “Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi terhadap individu, tetapi juga pengakuan atas kontribusi nyata pustakawan, arsiparis, dan staf pendukung dalam menjaga ekosistem akademik UGM. Mereka telah konsisten menjaga semangat pelayanan publik yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.

Salah satu penerima penghargaan 30 tahun, Haryanta, S.I.P., mengungkapkan rasa syukurnya. “Tiga dekade bukan waktu yang singkat. Saya bangga dapat berkontribusi dalam perjalanan panjang transformasi Perpustakaan dan Arsip UGM, dari layanan konvensional menuju digital yang inklusif dan berorientasi pada pengguna,” katanya.

Senada dengan itu, Dewi Nurhastuti, S.Sos., penerima penghargaan 20 tahun, menilai penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berinovasi. “Menjadi pustakawan bukan sekadar menjaga koleksi, tapi memastikan ilmu pengetahuan tetap hidup dan mudah diakses oleh siapa pun. Ini adalah bentuk pengabdian yang bermakna,” tuturnya.

Penghargaan Satyalancana Karya Satya memiliki makna penting, terutama dalam konteks tata kelola lembaga pendidikan tinggi. ASN yang menerima penghargaan ini dianggap telah memenuhi nilai-nilai etika kerja, profesionalisme, dan tanggung jawab yang tinggi dalam melayani masyarakat dan dunia pendidikan.

Penghargaan ini juga mencerminkan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) tercermin melalui dedikasi para pegawai dalam menyediakan layanan literasi dan arsip yang mendukung proses belajar sepanjang hayat. Kedua, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) diwujudkan lewat komitmen terhadap profesionalisme, akuntabilitas, dan tata kelola yang transparan di lingkungan akademik.

Lebih dari sekadar penghargaan simbolik, pencapaian ini menjadi inspirasi bagi generasi muda pustakawan, arsiparis, dan staf pendukung di UGM untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada kemajuan literasi nasional.

“Kami berharap semangat pengabdian ini dapat menjadi teladan, bahwa bekerja di perpustakaan dan arsip bukan sekadar menjaga arsip dan buku, melainkan menjaga ingatan kolektif bangsa,” pungkas Arif.

Dengan dedikasi yang terus tumbuh, Perpustakaan dan Arsip UGM membuktikan bahwa di balik setiap lembar pengetahuan tersimpan kerja keras, komitmen, dan ketulusan insan literasi yang mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kontributor: Wasilatul Baroroh