Tingkatkan Kompetensi Riset, Perpustakaan dan Arsip UGM Selenggarakan Workshop AI bersama EBSCO

Di tengah tuntutan globalisasi riset yang kompetitif, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) semakin membuka peluang bagi sivitas akademika untuk menelusuri literatur, memahami temuan penelitian, dan meningkatkan efektivitas penulisan publikasi ilmiah. Menjawab kebutuhan tersebut, Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan workshop “Harnessing AI Technologies for Writing International Publications Indexed in EBSCO” pada Selasa (27/10), di Laboratorium Komputer, Gedung L1 Lantai 5, Perpustakaan dan Arsip UGM.

Diawali dengan sambutan dari Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA. Dalam pencerahannya, Arif menggarisbawahi pentingnya penguasaan alat bantu riset berbasis teknologi bagi para akademisi dan peneliti di lingkungan kampus.

Sesi utama dipandu oleh moderator, Barid Budi Wicaksono, M.A., Pustakawan UGM. Dilanjutkan pemaparan materi oleh Erik Junikon, Regional Sales Manager EBSCO (Brunei, Indonesia, dan Timor Leste).

Salah satu materi utama yang dibahas adalah fitur AI Insight dan AI-Assisted Search. Saat ini, EBSCO memperkenalkan sejumlah fitur berbasis AI yang masih dalam tahap uji coba, seperti AI-Assisted Search (pencarian konversasional) dan AI Insight untuk membantu pengguna memahami ringkasan artikel secara cepat disertai daftar referensi yang jelas.

Dalam sesi pemaparannya, Erik Junikon mengingatkan pentingnya sikap kritis dalam memanfaatkan teknologi canggih tersebut agar pengguna tidak langsung menelan mentah-mentah hasil keluaran AI. “Walaupun ini di-generate oleh AI, tetap pengguna itu harus menelaah juga, ya. Jadi, harus berpikir, harus menelaah juga informasi, poin-poin yang disampaikan ini sudah sesuai atau belum dengan artikel tersebut. Jadi, tidak 100 persen kita tinggal terima dan copy-paste,” tuturnya mengingatkan para peserta.

Selain teknologi AI, Erik Junikon menjelaskan cakupan basis data EBSCO yang bersifat multidisiplin sehingga dapat dimanfaatkan oleh peneliti dari berbagai bidang ilmu. Peserta juga diperkenalkan pada fitur yang membantu mengidentifikasi status pengindeksan jurnal di Scopus maupun Web of Science, serta fitur Cited By untuk menelusuri artikel yang mengutip suatu publikasi.

Pembahasan turut mencakup pemanfaatan Advanced Search, operator Boolean seperti AND, OR, dan NOT, penggunaan tanda petik untuk mencari frasa tertentu, serta tanda bintang untuk menemukan variasi kata. Untuk mendukung pengelolaan referensi, EBSCO menyediakan pilihan penyalinan sitasi dalam format tertentu, ekspor referensi ke aplikasi seperti Mendeley dan EndNote, serta penyimpanan artikel melalui layanan cloud yang didukung.

Penyelenggaraan workshop ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan akses terhadap sumber belajar dan peningkatan kapasitas akademik. Kegiatan ini juga mendukung SDGs Tujuan 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengenalan pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk menunjang kegiatan penelitian, serta SDGs Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan penyedia layanan informasi ilmiah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung civitas academica agar semakin terampil memanfaatkan sumber informasi ilmiah dan teknologi digital secara bertanggung jawab. Kehadiran AI membuka peluang untuk mempercepat proses penelusuran dan pemahaman literatur, tetapi kualitas publikasi tetap bergantung pada ketepatan metode, validitas sumber, orisinalitas gagasan, serta tanggung jawab penulis dalam memeriksa setiap informasi yang digunakan.

Pada akhirnya, kemajuan teknologi bukan sekadar tentang seberapa cepat peneliti menemukan informasi, melainkan juga tentang bagaimana informasi tersebut diolah menjadi pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kontributor: Athaya Nasywa Shabrina