Menuju Indeksasi Scopus, Jurnal BIP UGM Bekali Tim Redaksi Lewat Workshop Intensif

Dalam rangka mempersiapkan diri menuju indeksasi Scopus, Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi (BIP) yang dikelola Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada menggelar workshop penguatan tata kelola jurnal ilmiah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal sekaligus memperkuat daya saing publikasi ilmiah UGM di tingkat internasional.

Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi merupakan jurnal ilmiah terakreditasi nasional yang secara konsisten mempublikasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan praktik terbaik di bidang ilmu perpustakaan, informasi, dan kearsipan. Sebagai salah satu wahana diseminasi pengetahuan di bidang tersebut, BIP terus berupaya meningkatkan mutu pengelolaan dan dampak keilmuannya agar mampu bersaing di tingkat global.

Workshop dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, Selasa–Kamis (10–12 Februari 2026), dalam kerangka Program Bantuan Tata Kelola Jurnal Menuju Terindeks Scopus dan Peningkatan Kuartil Jurnal UGM (EQUITY 2025/2026). Kegiatan berlangsung secara hybrid, yakni luring di Ruang Sidang Perpustakaan dan Arsip UGM Gedung L7 Lantai 2 serta daring melalui Google Meet. Kegiatan ini diikuti oleh tim redaksi jurnal yang diterbitkan oleh Perpustakaan dan Arsip UGM, meliputi Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Khasanah, dan Media Informasi.

Editor in Chief Jurnal BIP, Sri Junandi, S.IP., menegaskan bahwa persiapan menuju indeksasi Scopus menuntut komitmen jangka panjang dan kerja kolektif pengelola jurnal. “Indeksasi internasional tidak dapat dicapai secara instan. Diperlukan konsistensi dalam menjaga kualitas artikel, ketertiban proses editorial, serta pemahaman yang kuat terhadap standar publikasi global,” ujarnya.

Hari pertama workshop difokuskan pada strategi dan teknis pengelolaan jurnal menuju Scopus. Materi disampaikan oleh Rozaqqa Noviandi, Ph.D. dari Journal of the Civil Engineering Forum Fakultas Teknik UGM serta Dr. Ir. Mohammad Zainal Abidin, S.Pt., M.Biotech., IPM dari Buletin Peternakan UGM. Kedua narasumber menekankan pentingnya kesesuaian ruang lingkup jurnal, konsistensi manajemen editorial, dan kepatuhan terhadap standar internasional.

Pada hari kedua, peserta diajak melakukan analisis SWOT jurnal serta perbandingan dengan jurnal lain yang telah terindeks Scopus. Syahrul Fauzi, M.Pd. dari Badan Penerbit dan Publikasi UGM mendorong pengelola jurnal untuk memetakan posisi jurnal secara objektif sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan dan persiapan pengisian borang. “Pemahaman atas kekuatan dan tantangan jurnal menjadi pondasi penting dalam proses menuju indeksasi internasional,” katanya.

Penguatan aspek pendukung tata kelola jurnal menjadi fokus pada hari ketiga. Yogi Hartono, Kepala Quality Assurance & Digital Asset Management CNN Indonesia, menyoroti pentingnya pengelolaan aset digital untuk menjaga kredibilitas dan keterlacakan publikasi ilmiah. Sementara itu, I Made Andi Arsana, dosen Geodesi FT UGM sekaligus konten kreator, membahas pemanfaatan media sosial jurnal sebagai sarana pendukung diseminasi ilmiah yang bertanggung jawab.

Rangkaian workshop ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan produksi dan diseminasi pengetahuan ilmiah, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi dan jejaring akademik. Melalui penguatan kapasitas pengelola dan pematangan tata kelola jurnal, Jurnal BIP UGM menegaskan keseriusannya menapaki jalur indeksasi internasional sebagai bagian dari upaya memperluas dampak dan kontribusi keilmuan di tingkat global.

Kontributor: Wasilatul Baroroh