Mimpi menempuh pendidikan tinggi di luar negeri semakin terbuka lebar bagi mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Melalui program Let’s Understand Better (LUB), Perpustakaan dan Arsip UGM berkolaborasi dengan Office of International Affairs (OIA) UGM menghadirkan Info Session Studi di Tunghai University, Taiwan, yang mempertemukan calon mahasiswa dengan akademisi internasional secara langsung.
Kegiatan LUB pertama di tahun 2026 ini diselenggarakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Ruang Seminar Lantai 2, Perpustakaan dan Arsip UGM. Forum tersebut dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai peluang studi di Tunghai University, mulai dari pilihan program akademik, beasiswa, sistem pembelajaran, hingga kehidupan kampus di Taiwan.
Kegiatan LUB ini merupakan wujud transformasi peran perpustakaan sebagai pusat literasi global dan simpul pertukaran pengetahuan internasional. “Melalui Let’s Understand Better, kami ingin menghadirkan perpustakaan sebagai ruang dialog yang mempertemukan informasi, pengalaman, dan jejaring akademik lintas negara,” ujar Safirotu Khoir, Ph.D., penanggung jawab
Sesi diawali dengan paparan dari Ibu Tania, alumni dari Tunghai University, yang berbagi pengalaman langsung mengenai kehidupan akademik, adaptasi budaya, serta atmosfer pembelajaran di Taiwan. Testimoni tersebut memberikan perspektif nyata kepada peserta tentang tantangan sekaligus peluang studi di luar negeri dari sudut pandang mahasiswa internasional.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok interaktif. Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok untuk memperoleh informasi lebih mendalam bersama para akademisi Tunghai University, yakni Prof. Huang-Nan Huang (Distinguished Professor, Department of Mathematics), Prof. Kwai-Kong Ng (Chair, Department of Applied Physics), dan Prof. Min-Chieh Chuang (Chair, Department of Chemistry sekaligus Chair SSM Program). Diskusi mencakup kurikulum, peluang riset, hingga prospek studi lanjutan dan kolaborasi akademik.
Fikry, salah satu peserta menyebut kegiatan ini memberikan kejelasan yang selama ini dibutuhkan. “Informasinya sangat lengkap dan disampaikan langsung oleh para profesor. Ini sangat membantu kami dalam merencanakan studi ke luar negeri secara lebih terarah,” ujarnya.
Melalui kolaborasi Perpustakaan dan Arsip UGM dengan OIA UGM, kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui perluasan akses informasi pendidikan tinggi global, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kerja sama internasional antarperguruan tinggi.
Ke depan, program Let’s Understand Better terus menjadi ruang strategis yang menjembatani mahasiswa UGM dengan peluang akademik global, sekaligus menegaskan peran perpustakaan sebagai garda depan dalam membangun jejaring pengetahuan lintas batas negara.
Kontributor: Wasilatul Baroroh