Komitmen Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mendukung kegiatan penelitian memperoleh pengakuan melalui FKP2TN Award 2026. Perpustakaan dan Arsip UGM meraih predikat Terbaik 1 kategori Best Research Support Library Award dalam malam gala dinner Musyawarah Nasional XI dan Seminar Nasional Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN), Rabu (28/10), di University Club (UC) Hotel UGM, Yogyakarta.
Wakil Ketua FKP2TN, Prof. Drs. Suroto, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa penyelenggaraan perdana penghargaan ini menjadi langkah untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi.
“Penyelenggaraan perdana FKP2TN Award 2026 ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perpustakaan perguruan tinggi yang telah menunjukkan kinerja dan inovasi dalam pengembangan layanan. Tahun ini, terdapat 24 perguruan tinggi negeri yang mendaftarkan diri untuk mengikuti penghargaan ini. Kami berharap FKP2TN Award dapat memotivasi perpustakaan untuk terus berkembang, saling berbagi pengalaman, dan menghadirkan layanan yang semakin baik bagi sivitas akademika,” ujarnya.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas pentingnya peran perpustakaan dalam membangun ekosistem riset perguruan tinggi. Dukungan terhadap penelitian memerlukan akses terhadap sumber informasi ilmiah yang berkualitas, layanan literasi informasi, serta pendampingan yang membantu civitas academica memenuhi kebutuhan risetnya.
Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi institusi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat kontribusi perpustakaan dalam mendukung kegiatan akademik dan penelitian.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika. Perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung ekosistem riset, mulai dari menyediakan akses terhadap sumber informasi ilmiah hingga meningkatkan kompetensi literasi informasi peneliti. Kami akan terus berupaya menghadirkan layanan yang relevan dengan perkembangan kebutuhan akademik,” ujarnya.
Perpustakaan dan Arsip UGM terus mengembangkan layanan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Melalui program Individual Academic Consultation (IAC), Library Clinic, Mini Class Literasi Informasi, dan kegiatan lainnya, civitas academica memperoleh pendampingan dalam menelusuri literatur, mengevaluasi sumber informasi, serta meningkatkan keterampilan memanfaatkan informasi ilmiah secara efektif dan bertanggung jawab.
Penguatan layanan riset juga berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dan sumber informasi digital. Kemudahan akses terhadap literatur ilmiah menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung proses penelitian, mulai dari penentuan topik dan penelusuran referensi hingga penyusunan karya ilmiah.
Capaian ini menjadi momentum bagi Perpustakaan dan Arsip UGM untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan peneliti. Penghargaan tersebut sekaligus memperkuat komitmen institusi dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang relevan dengan perkembangan dunia akademik.
Capaian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui dukungan terhadap akses pengetahuan dan peningkatan kapasitas akademik; SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penguatan ekosistem riset dan pengembangan ilmu pengetahuan; serta SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring antarpustakaan perguruan tinggi untuk berbagi pengetahuan, bertukar praktik baik, dan mendorong pengembangan layanan perpustakaan akademik secara berkelanjutan.
Penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat peran perpustakaan sebagai mitra strategis penelitian. Ke depan, tantangannya adalah memastikan layanan dan sumber informasi yang tersedia semakin mudah dimanfaatkan serta memberikan dampak nyata bagi kualitas riset dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Kontributor: Wasilatul Baroroh