Universitas Gadjah Mada melalui Perpustakaan dan Arsip UGM bersiap menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (Munas FKP2TN) dan Seminar Nasional 2026. Agenda nasional yang akan berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum bagi perguruan tinggi negeri di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dan merumuskan arah pengembangan perpustakaan akademik di era transformasi digital.
Kesiapan UGM sebagai tuan rumah dibahas dalam audiensi Pengurus FKP2TN dengan Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., pada Selasa, 14 Juli 2026. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan rencana kegiatan sekaligus memperoleh dukungan strategis dari pimpinan universitas terhadap pelaksanaan Munas FKP2TN dan Seminar Nasional yang akan diselenggarakan oleh Perpustakaan dan Arsip UGM.
Selain membahas kesiapan pelaksanaan kegiatan, audiensi tersebut juga menjadi kesempatan bagi Pengurus FKP2TN untuk mengundang pimpinan UGM berpartisipasi dalam Seminar Nasional sebagai pembicara kunci. Kehadiran pimpinan universitas diharapkan dapat memberikan perspektif strategis mengenai kontribusi perpustakaan akademik dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi.
Audiensi tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Pengurus FKP2TN Prof. Suroto, M.A., Ph.D. dari Universitas Negeri Surabaya, Bendahara FKP2TN Nurenzia Yannuar, Ph.D. dari Universitas Negeri Malang, Wakil Bendahara FKP2TN Dra. Khusnul Khotimah, M.Si. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM Arif Surachman, SIP., MBA., yang juga menjabat sebagai Sekretaris FKP2TN.
Arif Surachman menyampaikan bahwa penyelenggaraan Munas dan Seminar Nasional di UGM menjadi kesempatan penting untuk memperkuat jejaring antarperpustakaan perguruan tinggi negeri di Indonesia.
“Kami berharap UGM dapat menjadi ruang pertemuan bagi para pengelola perpustakaan perguruan tinggi untuk bertukar gagasan, berbagi praktik baik, serta merumuskan langkah bersama dalam menghadapi perubahan kebutuhan pendidikan dan penelitian,” ujar Arif.
FKP2TN merupakan forum kerja sama yang beranggotakan sekitar 170 perpustakaan perguruan tinggi negeri di Indonesia. Forum ini berperan dalam membangun kolaborasi antarperguruan tinggi, meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan, mengembangkan layanan informasi, serta memperluas akses terhadap sumber pembelajaran dan penelitian.
Munas dan Seminar Nasional 2026 mengangkat tema “Reimagining Academic Libraries: Advancing Learning, Research, and Inclusive Services”. Tema tersebut menegaskan pentingnya transformasi perpustakaan akademik agar mampu menjawab perubahan kebutuhan civitas academica. Tema tersebut menggambarkan perubahan peran perpustakaan akademik yang berkembang menjadi pusat pembelajaran, pendukung penelitian, dan penyedia layanan informasi yang mudah diakses oleh civitas academica.
Seminar Nasional direncanakan menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga praktisi perpustakaan. Perwakilan pemerintah akan berasal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Sementara itu, perspektif akademik akan menghadirkan pakar bidang perpustakaan dan informasi dari Universitas Gadjah Mada serta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Selain sesi pemaparan dari para pakar, seminar juga akan menghadirkan praktik baik dari empat perpustakaan perguruan tinggi negeri di Indonesia. Berbagai inovasi dalam pengembangan layanan, transformasi digital, dukungan terhadap penelitian, serta peningkatan akses informasi akan menjadi bagian dari pembelajaran bersama.
Selain seminar, pelaksanaan Munas FKP2TN akan menjadi forum bagi anggota untuk mengevaluasi program organisasi, menyusun agenda kerja, serta merumuskan strategi penguatan kerja sama perpustakaan perguruan tinggi negeri di Indonesia. Forum ini dapat menghasilkan rekomendasi yang relevan dengan tantangan pengelolaan perpustakaan akademik pada masa mendatang.
Penyelenggaraan Munas FKP2TN dan Seminar Nasional 2026 juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan akses terhadap sumber belajar dan informasi akademik. Selain itu, pengembangan layanan perpustakaan yang inklusif turut berkontribusi terhadap SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, khususnya dalam memastikan akses pengetahuan dapat diterima oleh berbagai kelompok pengguna. Kolaborasi antar perpustakaan perguruan tinggi negeri juga memperkuat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama berbasis pengetahuan, inovasi, dan berbagi praktik terbaik.
Kepercayaan kepada UGM sebagai tuan rumah Munas FKP2TN dan Seminar Nasional 2026 menjadi momentum bagi Perpustakaan dan Arsip UGM untuk memperkuat peran dalam pengembangan ekosistem pengetahuan nasional. Kegiatan ini dapat membuka ruang kolaborasi baru dalam mewujudkan perpustakaan akademik yang adaptif, inovatif, dan mampu mendukung kemajuan pendidikan tinggi Indonesia.
Kontributor: Wasilatul Baroroh