Perpustakaan dan Arsip UGM Jadi Rujukan, Studi Banding Perpustakaan Politeknik Pekerjaan Umum Soroti Inovasi Layanan dan Pengembangan Koleksi

Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan studi banding dari Politeknik Pekerjaan Umum pada Kamis (2/4/2026) dalam upaya memperkuat inovasi layanan dan pengelolaan informasi di era digital. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Arsip Gedung L7 lantai 2 ini dihadiri oleh Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E, MSCE, Ph.D.IPU, ASEAN.Eng, serta Wakil Direktur II Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Iriandi Azwartika, Sp-, bersama rombongan.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi, mengkaji strategi pengembangan koleksi dan layanan perpustakaan, bertukar pengalaman terkait inovasi layanan kepada pemustaka, serta menjalin kerja sama kelembagaan antarpustakaan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E, MSCE, Ph.D., IPU, ASEAN.Eng, menekankan pentingnya pembelajaran lintas institusi. “Kami berharap studi banding ini dapat menambah insight, khususnya dalam menghadirkan pelayanan perpustakaan yang lebih baik,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., menegaskan komitmen Perpustakaan dan Arsip UGM dalam menghadirkan ruang belajar yang inklusif. “Perpustakaan tidak hanya tentang koleksi, tetapi juga tentang bagaimana menyediakan ruang yang nyaman dan kebijakan yang mendukung mahasiswa dalam proses belajar dan berkarya,” jelas Arif Surachman.

Paparan teknis kemudian disampaikan oleh Kepala Bidang Perpustakaan, Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si, yang mengulas fasilitas serta koleksi yang ada di Perpustakaan dan Arsip UGM, dilanjut oleh Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi, Yulistiarini Kumaraningrum, S.P., MM, yang memaparkan berbagai sistem digital yang diterapkan di lingkungan Perpustakaan dan Arsip UGM.

Tidak hanya menerima paparan dari tuan rumah, pihak Perpustakaan Politeknik Pekerjaan Umum juga mempresentasikan kondisi terkini dan berbagai inovasi yang telah diterapkan di institusinya. Paparan tersebut menjadi pintu masuk bagi kedua belah pihak untuk saling memahami tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pengelolaan perpustakaan di era digital. Diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif kemudian berkembang menjadi ruang bertukar gagasan, kritik, dan rekomendasi yang konstruktif. Para peserta secara aktif mengajukan pertanyaan serta membagikan pengalaman praktik terbaik (best practices).

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan akses dan kualitas layanan informasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antar lembaga pendidikan. 

Kontributor: Novelia Eka Damayanti