Apa jadinya kalau perpustakaan bukan lagi sekadar tempat mencari buku, tetapi menjadi ruang belajar yang didukung kecerdasan artifisial (AI), layanan digital yang serba pintar, hingga mitra strategis dalam riset dan inovasi? Gambaran itulah yang sedang disiapkan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui workshop “Perpustakaan UGM Menghadapi Plural Futures: Belajar dari Praktik Baik di Asia Tenggara” yang diselenggarakan pada 19 dan 22 Juni 2026 secara daring.
Berita
Apa yang membuat sebuah digital library benar-benar bermanfaat bagi penggunanya? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kunjungan studi komparatif Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPKA-PDN) III Kementerian Dalam Negeri ke Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (22/6), di Ruang Sidang Perpustakaan dan Arsip UGM.
Akses terhadap jurnal dan sumber informasi ilmiah berkualitas telah menjadi kebutuhan penting bagi civitas academica dalam menghasilkan riset yang berdampak. Namun, ketersediaan akses saja belum cukup. Kemampuan memanfaatkan sumber ilmiah secara optimal serta memahami proses publikasi internasional menjadi kunci agar hasil penelitian dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Menentukan research gap yang tepat sering menjadi tantangan bagi peneliti, terutama pada tahap awal penyusunan penelitian. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan Workshop Serial Literature Review: Penelusuran Scoping Review pada Rabu (10/6) di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung L1 Perpustakaan dan Arsip UGM.
Bagaimana rasanya menjadi mahasiswa di Amerika Serikat? Apakah tekanan akademiknya seberat yang dibayangkan? Bagaimana hubungan mahasiswa dengan dosen di sana? Pertanyaan-pertanyaan itu mengemuka dalam kegiatan Let’s Understand Better: Living and Studying in the United States as a Student yang diselenggarakan Perpustakaan dan Arsip UGM pada Selasa (9/6) di Ruang Seminar Lantai 2 Perpustakaan dan Arsip UGM.
Suasana Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) tampak lebih hidup pada Kamis (21/5) ketika puluhan mahasiswa dari Universitas Sanata Dharma memenuhi ruang seminar gedung L1 lantai 2 untuk belajar langsung tentang pengelolaan perpustakaan. Tidak sekadar berkunjung, para peserta diajak melihat bagaimana perpustakaan perguruan tinggi kini berkembang menjadi pusat literasi, ruang kolaborasi, hingga ekosistem produksi pengetahuan berbasis digital.
Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Bank Negara Indonesia (BNI) resmi membuka Co-Working Space by BNI Berbagi di Perpustakaan dan Arsip UGM pada hari Selasa tanggal 13 Mei 2026. Peresmian fasilitas tersebut menjadi langkah awal kerja sama antara BNI dan Perpustakaan dan Arsip UGM dalam mendukung pengembangan ruang belajar yang modern, kolaboratif, dan adaptif bagi pengunjung Perpustakaan dan Arsip UGM.
Di tengah tuntutan publikasi ilmiah yang semakin kompetitif, kemampuan menelusuri literatur secara tepat menjadi modal penting bagi peneliti. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Serial Literature Review bertajuk “Memaksimalkan Pemanfaatan Scopus & Scopus AI untuk Mendukung Riset & Publikasi” pada Selasa (12/5), di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung L1 Perpustakaan dan Arsip UGM.
Suasana masa orientasi mahasiswa, dinamika perkuliahan, hingga potret kehidupan kampus dari berbagai era kembali “dihidupkan” melalui Pameran PRARAMBHA: Awal Laku Mahasiswa UGM dalam Arsip Visual yang diselenggarakan pada Selasa, 12 Mei 2026 oleh Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada. Pameran ini menjadi ruang refleksi yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan awal mahasiswa UGM dari masa ke masa melalui koleksi arsip foto dan buku yang sarat nilai sejarah.
Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan kunjungan studi praktik baik ke Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (7/5), di Ruang Sidang Arsip Gedung L7 lantai 2 Perpustakaan dan Arsip UGM. Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari pengelolaan repository, pengembangan ruang baca, dan koleksi multimedia sebagai bagian dari upaya Perpustakaan ITS meningkatkan kualitas tata kelola layanan perpustakaan yang lebih berdampak dan relevan dengan kebutuhan pengguna di era digital.