Berbagi Pengalaman Pengembangan Digital Library, Perpustakaan dan Arsip UGM Sambut Kunjungan BBPKA-PDN III

Apa yang membuat sebuah digital library benar-benar bermanfaat bagi penggunanya? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kunjungan studi komparatif Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPKA-PDN) III Kementerian Dalam Negeri ke Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (22/6), di Ruang Sidang Perpustakaan dan Arsip UGM.

Di era serba digital, perpustakaan dituntut menghadirkan layanan yang mudah diakses sekaligus mampu menjawab kebutuhan penggunanya. Pengelolaan koleksi, integrasi sistem, hingga strategi mengenalkan layanan kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Kepala Subbagian Sumber Daya Manusia dan Umum BBPKA-PDN III, Ristiyan Widiaswati, S.I.P., M.Sc., mengatakan kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kelembagaan dalam pengembangan digital library dan layanan perpustakaan.

“Perpustakaan dan Arsip UGM kami pilih karena memiliki pengalaman dalam mengembangkan layanan digital yang terus menyesuaikan kebutuhan pengguna. Kami ingin belajar dari praktik baik yang telah dilakukan UGM,” katanya.

Menyambut rombongan peserta kunjungan, Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., mengajak peserta melihat lebih dekat ekosistem layanan digital yang dikembangkan UGM. Berbagai sistem, seperti Sidila Digital Library, Simaster, OPAC Terintegrasi, hingga Electronic Theses and Dissertations (ETD), diperkenalkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses informasi yang semakin mudah bagi civitas academica.

“Semua layanan yang kami kembangkan saling terhubung satu sama lain. Tujuannya agar pengguna bisa memperoleh informasi dengan lebih mudah, cepat, dan nyaman,” jelas Arif.

Pembahasan berlanjut bersama Kepala Bidang Perpustakaan Perpustakaan dan Arsip UGM, Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si., yang menyoroti pentingnya promosi layanan perpustakaan.

“Koleksi perpustakaan akan lebih dimanfaatkan secara luas apabila dipromosikan dengan baik. Oleh karena itu, promosi layanan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemanfaatan koleksi dan mendekatkan perpustakaan kepada penggunanya,” ujar Wahyu.

Suasana diskusi berlangsung hangat. Peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai pengelolaan koleksi digital, integrasi sistem, hingga cara meningkatkan pemanfaatan layanan perpustakaan.

Pada sesi penutup, Safirotu Khoir, Ph.D., Koordinator Humas dan Urusan Internasional, mengajak peserta memahami digital library dalam perspektif yang lebih luas.

“Selama ini digital library sering dipahami hanya sebagai layanan e-book. Padahal, cakupannya jauh lebih luas. Digital library menghimpun berbagai sumber informasi digital, seperti karya ilmiah hingga data riset yang dapat diakses melalui sistem yang terintegrasi,” jelas Safirotu.

Melalui studi komparatif ini, Perpustakaan dan Arsip UGM kembali membuka ruang berbagi pengalaman dengan berbagai institusi. Kolaborasi semacam ini dapat mendorong lahirnya inovasi baru dan memperkuat peran perpustakaan dalam menjawab kebutuhan informasi di tengah perkembangan teknologi.

Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas pengelola perpustakaan dan pengembangan akses sumber belajar digital. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antarlembaga dalam berbagi pengetahuan dan pengembangan layanan informasi yang berkelanjutan.

Kontributor: Wasilatul Baroroh