Akses terhadap jurnal dan sumber informasi ilmiah berkualitas telah menjadi kebutuhan penting bagi civitas academica dalam menghasilkan riset yang berdampak. Namun, ketersediaan akses saja belum cukup. Kemampuan memanfaatkan sumber ilmiah secara optimal serta memahami proses publikasi internasional menjadi kunci agar hasil penelitian dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Untuk mendukung hal tersebut, Perpustakaan dan Arsip UGM bekerja sama dengan Oxford University Press (OUP) dan iGroup Asia Pacific menyelenggarakan workshop bertajuk “Access Content and Publish in Oxford University Press: Strategi Akses Sumber Ilmiah dan Peluang Publikasi pada Jurnal Oxford University Press” secara daring, Kamis (11/6). Kegiatan ini menghadirkan Rohini Pillai dari Oxford University Press sebagai narasumber dan Sururin Maudhunah dari iGroup Asia Pacific sebagai moderator.
Workshop diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan yang ingin memperdalam pemahaman mengenai pemanfaatan sumber daya ilmiah yang tersedia melalui Oxford University Press sekaligus memperoleh wawasan mengenai publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Oxford University Press merupakan salah satu penyedia sumber daya elektronik yang dilanggan oleh UGM. Oleh karena itu, pemanfaatannya perlu terus ditingkatkan agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kegiatan akademik dan penelitian.
“Oxford University Press merupakan salah satu penerbit yang sumber dayanya dilanggan oleh UGM. Karena itu, kami berharap civitas academica dapat memaksimalkan pemanfaatannya, baik untuk mendukung proses pembelajaran, penelitian, maupun publikasi ilmiah,” ujar Arif.
Menurutnya, perpustakaan berperan menyediakan akses terhadap informasi ilmiah sekaligus mendampingi pengguna dalam menemukan, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi tersebut secara efektif untuk menghasilkan karya akademik yang berkualitas.
Pada sesi utama, Rohini Pillai memperkenalkan berbagai sumber daya yang tersedia melalui platform Oxford Academic serta strategi pencarian literatur yang dapat membantu peneliti menemukan referensi yang relevan secara lebih cepat dan tepat. Peserta juga diajak mengenal berbagai fitur yang mendukung proses penelitian, mulai dari penelusuran artikel hingga pemanfaatan informasi sitasi.
Selain membahas akses konten ilmiah, Rohini juga menjelaskan peluang publikasi pada jurnal-jurnal yang diterbitkan oleh Oxford University Press. Materi yang disampaikan mencakup proses pengajuan manuskrip, pemilihan jurnal yang sesuai, hingga berbagai kebijakan publikasi (publishing policy) yang perlu dipahami oleh penulis.
“Memahami kebijakan publikasi jurnal merupakan langkah penting sebelum mengirimkan manuskrip. Penulis perlu memastikan bahwa naskah yang diajukan telah memenuhi standar etika, persyaratan jurnal, dan kebijakan penerbit yang berlaku,” jelas Rohini.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi informasi dan kompetensi akademik, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan ekosistem riset dan diseminasi hasil penelitian, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Perpustakaan dan Arsip UGM, Oxford University Press, dan iGroup Asia Pacific.
Di tengah meningkatnya tuntutan publikasi ilmiah di tingkat internasional, kemampuan mengakses sumber informasi terpercaya dan memahami seluk-beluk publikasi akademik menjadi bekal yang semakin penting. Melalui workshop ini, semakin banyak civitas academica yang mampu memanfaatkan akses yang tersedia untuk menghasilkan penelitian berkualitas dan memperluas kontribusi keilmuan Indonesia di kancah global.
Kontributor: Wasilatul Baroroh