Dedikasi yang Terpatri, Apresiasi dalam Satyalancana Karya Satya

Sebanyak sepuluh pegawai Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, serta prestasi kerja dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara dan masyarakat.

Satyalancana Karya Satya merupakan bentuk penghargaan negara terhadap dedikasi panjang para ASN dalam mengabdi. Melalui penganugerahan ini, pemerintah memberikan pengakuan atas kontribusi nyata mereka dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, khususnya di bidang literasi, dokumentasi, dan pengelolaan pengetahuan.

Pada tahun ini, pegawai Perpustakaan dan Arsip UGM yang mendapatkan penghargaan 30 tahun adalah Sunarno, S.IP., M.A., Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si., Joko Partono, Ratna Setyawati, S.IP., dan Roh Wahyu Widayati, S.I.Pust. Sementara itu, penghargaan 10 tahun disematkan kepada lima pegawai lainnya, yakni Yulistiarini Kumaraningrum, S.P., M.M., Aryanto Nugroho Adi, S.S.I., Maniso, A.Md., Yuliawati Dahniar, A.Md., dan Hamami Betananda Setiyarto, S.Kom.

Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., dalam sebuah acara sederhana namun khidmat di Ruang Rapat Gedung L6 Lantai 2. Momentum ini menjadi bentuk apresiasi langsung institusi terhadap pengabdian panjang pegawainya.

Arif Surachman menegaskan bahwa keberhasilan lembaga tidak hanya ditentukan oleh koleksi dan teknologi, tetapi juga oleh dedikasi orang-orang yang bekerja di balik layar. “Pegawai yang loyal dan berdedikasi merupakan aset berharga bagi pengembangan Perpustakaan dan Arsip UGM di masa depan,” ungkapnya.

Penganugerahan Satyalancana Karya Satya juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dari peran para pegawai dalam mendukung akses informasi, literasi, dan pembelajaran. Sementara SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi tampak melalui pengakuan atas kerja layak, penghargaan terhadap dedikasi, serta peningkatan profesionalisme sumber daya manusia.

Lebih dari sekadar penghargaan personal, Satyalancana Karya Satya menjadi inspirasi bagi pegawai lainnya untuk terus berkomitmen pada pelayanan publik. Dengan pengabdian yang konsisten, budaya kerja yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kualitas dapat semakin mengakar di lingkungan Perpustakaan dan Arsip UGM.

Dengan keberhasilan pegawainya meraih penghargaan ini, Perpustakaan dan Arsip UGM kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai pusat literasi dan pengetahuan, tetapi juga sebagai institusi yang membangun nilai kemanusiaan, integritas, serta penghargaan terhadap dedikasi sumber daya manusia. Sebuah teladan bahwa keberlanjutan organisasi selalu berpijak pada pengabdian panjang dan ketekunan insan di dalamnya.

Kontributor: Wasilatul Baroroh