424 mahasiswa dari 53 negara memulai babak baru kehidupan akademiknya di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelum menyelami perkuliahan, mereka terlebih dahulu diajak mengenal lebih dekat lingkungan kampus, layanan yang tersedia, hingga berbagai pengalaman yang akan mewarnai kehidupan mereka selama menjadi bagian dari UGM.
Pengenalan tersebut menjadi bagian dari PIONEER (Program for International Orientation and New-student Empowerment to Enhance Readiness) 2026, program orientasi selama empat hari bagi mahasiswa internasional UGM yang dimulai pada Rabu (26/8). Dalam salah satu rangkaian acaranya, Perpustakaan dan Arsip UGM turut memperkenalkan fasilitas dan layanannya kepada para mahasiswa baru internasional.
Pengenalan disampaikan oleh Safirotu Khoir, Ph.D., Koordinator Humas dan Urusan Internasional Perpustakaan dan Arsip UGM. Pada sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai berbagai fasilitas dan layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas akademik selama menempuh studi di UGM.
Keterlibatan Perpustakaan dan Arsip UGM dalam PIONEER menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perpustakaan sejak awal masa studi. Mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai fasilitas, ruang, serta layanan informasi yang dapat mendukung kebutuhan belajar dan penelitian.
Pengenalan ini melengkapi rangkaian informasi yang diberikan selama PIONEER. Melalui sesi tersebut, mahasiswa internasional diajak mengenal perpustakaan sebagai salah satu fasilitas kampus yang dapat mendukung kebutuhan belajar dan kegiatan akademik mereka selama menempuh studi di UGM.
Sesi pengenalan tersebut menjadi bagian dari upaya menyambut mahasiswa internasional sekaligus membantu mereka mengenali sumber daya yang tersedia di lingkungan kampus. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara juga menjadi bagian dari dinamika komunitas akademik UGM yang semakin beragam dan terbuka.
Akses terhadap sumber informasi dan fasilitas pembelajaran tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui dukungan terhadap lingkungan belajar yang inklusif dan akses terhadap sumber daya pembelajaran. Sementara itu, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara serta interaksi lintas budaya dalam lingkungan UGM turut mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui PIONEER, mahasiswa internasional diperkenalkan pada lingkungan kampus dan berbagai layanan yang dapat mendukung kehidupan akademik mereka. Keterlibatan dalam rangkaian ini menjadi kesempatan untuk membuka akses sejak awal, sehingga mahasiswa mengetahui fasilitas yang dapat mereka manfaatkan selama menempuh studi di UGM.
Kontributor: Wasilatul Baroroh