296 Judul Diusulkan untuk SIDILA UGM, Kebutuhan Buku Digital Makin Beragam

Satu per satu judul masuk dalam daftar usulan. Ada yang berkaitan dengan agama, hukum, kesehatan, hingga bisnis. Jumlahnya terus bertambah, sampai akhirnya terkumpul 296 judul. Daftar tersebut bukan daftar bacaan biasa. Di balik daftar itu, ada gambaran tentang bahan bacaan yang sedang dicari civitas academica UGM.

Untuk pengembangan koleksi SIDILA pada 2026, sebanyak 296 judul buku digital dengan 326 eksemplar diusulkan oleh 22 fakultas dan unit kerja di lingkungan UGM. Jumlah itu menunjukkan geliat kebutuhan terhadap bahan bacaan digital di lingkungan kampus. Bidangnya pun beragam, mengikuti kebutuhan pembelajaran dan penelitian yang berlangsung di berbagai fakultas.

SIDILA atau Sistem Informasi UGM’s Digital Library menjadi ruang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Perpustakaan digital UGM ini memungkinkan civitas academica mengakses buku-buku digital kapan pun dan di mana pun. Layanan tersebut dilengkapi fitur sosial serta sistem peminjaman daring.

Sejak kerja sama SIDILA dimulai pada 2025, koleksi yang tersedia telah mencapai 528 judul dengan 577 copy. Dalam periode evaluasi 2025–2026, sebanyak 1.314 pengguna tercatat melakukan 936 transaksi peminjaman. Angka pemanfaatan itu menunjukkan bahwa kebiasaan mengakses bahan bacaan melalui platform digital mulai terbentuk.

Mahasiswa menjadi kelompok yang paling banyak menggunakan layanan ini. Dari 112 responden Survei Kebutuhan Informasi (SKI), 105 orang atau 93,75 persen merupakan mahasiswa. SIDILA terutama dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan akademik dan penelitian.

Ketika ditanya mengenai manfaat koleksi, respons pengguna juga cukup kuat. Sebanyak 70 responden atau 62,50 persen menyatakan koleksi SIDILA sangat bermanfaat, sementara 30 responden atau 26,79 persen menyatakan bermanfaat.

Namun, kebutuhan pengguna tidak berhenti pada koleksi yang sudah tersedia. Sebanyak 49 responden atau 43,75 persen menyatakan sangat puas terhadap ketersediaan koleksi dan 39 orang atau 34,82 persen menyatakan puas. Sebanyak 21,43 persen lainnya menilai ketersediaan dan relevansi koleksi masih berada pada tingkat cukup hingga kurang puas. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar untuk melihat kembali arah pengembangan koleksi.

Tim pengembangan koleksi di bawah koordinasi Aprilia Mardiastuti, SIP., MA. memetakan kebutuhan melalui SKI, statistik pemanfaatan SIDILA, serta usulan langsung dari pemustaka. Dari proses itu, terlihat bidang-bidang yang paling banyak dibutuhkan.

Kategori Agama, Islam, dan Spiritual mencatat usulan tertinggi dengan 71 judul atau 23,99 persen. Berikutnya, kategori Hukum, Sosial Politik, dan Administrasi Negara serta Kedokteran, Kesehatan, Keperawatan, dan Medis masing-masing mencapai 32 judul atau 10,81 persen. Bidang Ekonomi, Keuangan, Manajemen, Bisnis, dan Kewirausahaan juga cukup menonjol dengan 27 judul atau 9,12 persen.

Pengembangan koleksi dengan pendekatan berbasis data ini turut memperkuat akses terhadap sumber belajar dan penelitian. Hal tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, terutama dalam mendukung akses yang lebih luas terhadap bahan pembelajaran dan sumber pengetahuan.

Pada saat yang sama, pengembangan SIDILA menunjukkan pemanfaatan teknologi untuk memperluas infrastruktur akses informasi. Mulai Juli 2026, platform ini mengembangkan fitur audiobook. Koleksi dari berbagai penerbit, termasuk UGM Press, juga tersedia untuk mendukung diseminasi karya akademik UGM. Langkah tersebut sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam penguatan infrastruktur digital dan pemanfaatan inovasi teknologi untuk mendukung layanan pengetahuan.

Hasil survei kebutuhan informasi ini menjadi bahan penting dalam pembaruan kebijakan pengembangan koleksi. Ratusan judul yang diusulkan tahun ini memberi gambaran tentang perubahan kebutuhan di lingkungan kampus. Ketika aktivitas belajar dan penelitian semakin terhubung dengan teknologi, kebutuhan terhadap akses bahan bacaan digital pun ikut berkembang. 296 judul menjadi salah satu potret dari perubahan tersebut. Daftar ini menjadi pijakan untuk terus menyesuaikan koleksi dengan kebutuhan sivitas akademika sekaligus memperluas akses terhadap sumber pengetahuan melalui teknologi digital.

Kontributor: Wasilatul Baroroh