Tingkatkan Kualitas Layanan, UIN Sunan Kudus Lakukan Benchmarking ke UGM

Suasana Ruang Sidang Perpustakaan dan Arsip UGM pada Rabu (5/8) dipenuhi diskusi hangat. Bukan sekadar kunjungan silaturahmi, pertemuan antara Perpustakaan UIN Sunan Kudus dan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi ruang berbagi pengalaman tentang bagaimana perpustakaan perguruan tinggi terus beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan ekosistem informasi digital.

Dipimpin oleh Dr. Muhaimin, M.H.I., Kepala Unit Penunjang Akademik Perpustakaan UIN Sunan Kudus, rombongan hadir untuk mempelajari berbagai praktik baik yang telah diterapkan Perpustakaan dan Arsip UGM. Mulai dari layanan literasi informasi, pengelolaan jurnal ilmiah, tata kelola repositori institusi, hingga peluang kolaborasi antarlembaga.

“Kami ingin belajar berbagai hal baik yang telah dikembangkan Perpustakaan dan Arsip UGM, mulai dari layanan literasi informasi, pengelolaan jurnal, hingga tata kelola repository. Selain itu, kami juga ingin membahas potensi kerja sama yang dapat dibangun ke depan,” ujar Muhaimin.

Kunjungan benchmarking tersebut disambut oleh Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si., Kepala Bidang Perpustakaan Perpustakaan dan Arsip UGM. Menurutnya, berbagi pengalaman merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi.

Diskusi kemudian berkembang pada arah penguatan kolaborasi. Arif Surachman, SIP., MBA., Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, menegaskan bahwa Perpustakaan dan Arsip UGM selalu membuka ruang bagi kerja sama yang saling memberikan manfaat.

“Kami terbuka untuk melakukan kerja sama. Tinggal klausulnya yang perlu dibicarakan bersama. Saat ini fokus kami adalah memperkuat perpustakaan digital, sehingga sebagian besar pengembangan diarahkan pada pengadaan dan penyediaan konten digital bagi civitas academica,” ungkap Arif.

Komitmen menuju perpustakaan digital tersebut kemudian diperkuat oleh Yulistiarini Kumaraningrum, S.P., M.M., Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi Perpustakaan dan Arsip UGM. Ia menjelaskan implementasi sistem unggah mandiri karya ilmiah serta proses pengembangan sistem informasi yang mendukung layanan perpustakaan dan kearsipan secara terintegrasi.

Tak hanya berbagi pengalaman mengenai layanan dan sistem informasi, Perpustakaan dan Arsip UGM juga membagikan praktik pengelolaan jurnal ilmiah bereputasi. Dalam sesi tersebut, Sri Junandi, S.IP., Chief Editor Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi (BIP), memaparkan berbagai strategi dalam mengelola jurnal hingga mampu mempertahankan akreditasi SINTA 2, mulai dari penguatan tata kelola editorial, menjaga kualitas artikel, hingga membangun konsistensi proses penerbitan.

Melalui kunjungan ini, Perpustakaan dan Arsip UGM kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra pembelajaran bagi perpustakaan perguruan tinggi lainnya. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan inovasi diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang mampu memperkuat layanan informasi, publikasi ilmiah, dan pengembangan perpustakaan digital di Indonesia.

Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas institusi pendidikan tinggi, serta SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pengetahuan yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Kontributor: Wasilatul Baroroh