Perpustakaan dan Arsip UGM Sambut Mahasiswa Baru Prodi Agama dan Lintas Budaya Angkatan 2026 melalui Program Pengenalan Layanan Perpustakaan

Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung keunggulan akademik dengan menyambut mahasiswa baru Program Studi Agama dan Lintas Budaya Angkatan 2026 melalui program pengenalan layanan perpustakaan. Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (6/8), di Ruang Seminar Perpustakaan dan Arsip UGM ini bertujuan memperkenalkan berbagai layanan, fasilitas, serta sumber daya akademik yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menempuh pendidikan pascasarjana.

Materi pengenalan disampaikan oleh Safirotu Khoir, Ph.D., Koordinator Humas dan Urusan Internasional Perpustakaan dan Arsip UGM, yang menyoroti perkembangan peran perpustakaan perguruan tinggi di era pendidikan tinggi saat ini. Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku dan jurnal, tetapi telah berkembang menjadi ruang belajar yang dinamis untuk mendorong pembelajaran mandiri, berpikir kritis, kolaborasi lintas disiplin, serta pembelajaran sepanjang hayat.

“Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan koleksi, tetapi merupakan ruang belajar yang menyediakan berbagai sumber pengetahuan dan layanan untuk mendukung perjalanan akademik mahasiswa. Kami berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan perpustakaan secara optimal sejak awal perkuliahan.” ujar Safirotu Khoir, Ph.D.

Selama sesi pemaparan materi, peserta memperoleh penjelasan mengenai koleksi cetak maupun digital, fasilitas belajar, layanan referensi dan sirkulasi, akses ke berbagai sumber informasi elektronik, serta berbagai program pendampingan akademik yang dapat dimanfaatkan oleh civitas academica UGM. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan tata tertib perpustakaan, prosedur akses layanan, serta praktik terbaik dalam memanfaatkan sumber informasi ilmiah secara efektif dan bertanggung jawab.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Dalam sesi ini, mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai layanan perpustakaan dan akses terhadap sumber informasi akademik. Diskusi tersebut mencerminkan besarnya minat mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai sumber daya perpustakaan dalam mendukung kegiatan perkuliahan maupun penelitian yang akan mereka lakukan.

Diskusi menjadi semakin kaya berkat keberagaman latar belakang peserta. Selain mahasiswa asal Indonesia, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, yang melanjutkan studi di Program Studi Agama dan Lintas Budaya UGM. Perbedaan pengalaman akademik tersebut memperkaya jalannya diskusi melalui pertukaran pandangan mengenai layanan perpustakaan, budaya akademik, serta praktik penelitian di berbagai institusi pendidikan tinggi.

Suasana diskusi yang terbuka dan interaktif menunjukkan antusiasme peserta dalam menjadikan perpustakaan sebagai bagian penting dari perjalanan akademik mereka. Melalui dialog tersebut, mahasiswa tidak hanya didorong untuk memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan literasi informasi sebagai bekal dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas di tengah perkembangan ekosistem akademik yang semakin digital dan saling terhubung.

Melalui berbagai program pengenalan dan pendampingan seperti ini, Perpustakaan dan Arsip UGM terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis sivitas akademika dalam membangun budaya belajar, riset, kolaborasi, dan literasi informasi yang berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan akademik yang inklusif bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang dan negara. Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas institusi pendidikan tinggi, serta SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pengetahuan yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Kontributor: Diaz Lana Putra