Kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pengetahuan dan meningkatkan kualitas layanan informasi. Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Sulawesi Selatan pada Senin (26/10) di Ruang Sidang Arsip, Gedung L7 lantai 2, untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman pengelolaan perpustakaan, serta menjajaki peluang kerja sama yang lebih erat.
Kunjungan yang dihadiri oleh 20 perwakilan HISKI Komisariat Sulawesi Selatan ini diawali dengan penyampaian maksud dan tujuan kunjungan oleh Prof. Dr. AB Takko Bandung, M.Hum. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk saling mengenal, memahami praktik pelayanan perpustakaan, serta mendiskusikan potensi pengembangan kerja sama. Kolaborasi yang telah terjalin, seperti kunjungan dan kegiatan magang mahasiswa dapat dikembangkan ke dalam bentuk kegiatan yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Arif Surachman, SIP., MBA., Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, menyoroti peran Perpustakaan dan Arsip UGM sebagai perpustakaan pusat dalam mendukung publikasi ilmiah. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mendorong pengembangan jurnal yang memenuhi standar akreditasi SINTA. Ia juga menjelaskan tantangan pengelolaan anggaran langganan basis data jurnal yang mencapai miliaran.
Untuk menjaga efisiensi, Perpustakaan dan Arsip UGM melakukan penyesuaian dengan mengurangi langganan basis data. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekaligus mempertahankan dukungan terhadap kebutuhan informasi akademik. Dalam konteks tersebut, kerja sama antarlembaga dapat saling memperkuat kapasitas dan mendukung keberlangsungan layanan informasi.
Selanjutnya, Kepala Bidang Perpustakaan Perpustakaan dan Arsip UGM, Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si., memaparkan profil perpustakaan. Pemaparan ini memberikan gambaran mengenai pengelolaan perpustakaan sebagai institusi yang mendukung kegiatan akademik sekaligus menjaga keberlanjutan pengetahuan.
Diskusi berlangsung dengan pertukaran pandangan mengenai pelayanan perpustakaan dan peluang pengembangan kolaborasi. Kedua pihak membahas pentingnya membangun pemahaman bersama mengenai kebutuhan pengguna, pengelolaan layanan, serta bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kapasitas dan bidang keahlian masing-masing.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperluas jejaring dengan komunitas akademik dan organisasi keilmuan. Hubungan yang terbangun tidak berhenti pada kunjungan seremonial, tetapi berlanjut menjadi program bersama yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan literasi dan akses pengetahuan.
Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan akses terhadap sumber informasi dan pengetahuan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai sasaran pembangunan.
Melalui pertemuan ini, penjajakan kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan yang konkret dan berkelanjutan. Dengan membangun kemitraan yang saling menguatkan, perpustakaan dan organisasi keilmuan memiliki peluang lebih besar untuk memperluas manfaat pengetahuan bagi masyarakat akademik dan publik.
Kontributor: Wasilatul Baroroh