Kemampuan menemukan referensi ilmiah yang tepat kini menjadi keterampilan krusial bagi mahasiswa dan peneliti di tengah derasnya arus informasi digital. Menjawab tantangan tersebut, Perpustakaan dan Arsip UGM menggelar Mini Class Literasi Informasi edisi Maret 2026, sebuah kelas kilat yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengakses, mengelola, hingga menganalisis literatur ilmiah secara lebih efektif.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang WOW Lantai 1 Perpustakaan dan Arsip UGM. Seluruh kelas dipandu oleh Janu Saptari, S.IP., Pustakawan UGM, yang memberikan pelatihan praktis terkait pemanfaatan teknologi dalam proses pencarian dan pengelolaan informasi ilmiah.
Program ini menghadirkan tiga sesi pelatihan dengan topik yang berbeda. Sesi pertama bertajuk “E-Resources dan AI Pencarian Informasi” digelar pada 4 Maret 2026. Dalam kelas ini, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis literatur ilmiah digital dari sumber-sumber terpercaya yang dilanggan UGM maupun sumber alternatif lainnya. Selain itu, peserta juga belajar menentukan kata kunci yang tepat serta memanfaatkan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk menemukan dan menganalisis literatur ilmiah secara lebih cepat.
“Di era banjir informasi seperti sekarang, kemampuan menelusuri literatur ilmiah dengan strategi yang tepat menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa. AI dapat membantu mempercepat proses tersebut jika digunakan secara bijak,” ujar Janu.
Sesi kedua yang berlangsung pada 5 Maret 2026 mengangkat topik “Reference Manager”. Pada pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan perangkat lunak Reference Management System (RMS) yang dapat membantu mengelola dokumen referensi, membuat sitasi, serta menyusun daftar pustaka secara otomatis dalam penulisan karya ilmiah.
Menurut Janu, penggunaan reference manager dapat membantu mahasiswa menyusun karya ilmiah secara lebih sistematis dan efisien. “Banyak mahasiswa masih menyusun sitasi dan daftar pustaka secara manual. Dengan reference manager, proses ini bisa dilakukan secara otomatis sehingga lebih rapi dan meminimalkan kesalahan,” jelasnya.
Sementara itu, sesi ketiga bertajuk “Analisis Bibliometrik” digelar pada 12 Maret 2026. Pelatihan ini membahas cara mengoptimalkan data bibliografis untuk mendukung kegiatan riset dan penulisan ilmiah. Peserta belajar menentukan kata kunci penelitian, memilih basis data untuk pengambilan dataset, hingga mengumpulkan dan membersihkan data bibliografi sebelum dianalisis.
Dalam sesi ini, peserta juga diperkenalkan pada aplikasi VOSviewer dan Biblioshiny untuk memvisualisasikan jaringan penelitian serta memetakan tren riset di suatu bidang keilmuan. “Analisis bibliometrik dapat membantu peneliti melihat peta perkembangan penelitian dan menemukan peluang topik riset yang masih terbuka,” kata Janu.
Program Mini Class Literasi Informasi ini menjadi bagian dari upaya Perpustakaan dan Arsip UGM dalam meningkatkan literasi informasi dan kompetensi riset di kalangan mahasiswa. Program ini diselenggarakan dengan sistem penjadwalan terlebih dahulu, sehingga peserta dapat menyesuaikan keikutsertaan dengan jadwal yang tersedia. Informasi mengenai jadwal program dapat dilihat melalui akun Instagram @perpustakaan_ugm.
Kegiatan ini juga selaras dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan penguatan keterampilan literasi di era digital.
Melalui pelatihan praktis seperti ini, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat sumber informasi, tetapi juga menjadi ruang belajar yang membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan riset yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika dunia akademik.
Kontributor: Wasilatul Baroroh