Jalin Kolaborasi, Perpustakaan dan Arsip UGM serta Peprustakaan Universitas Bengkulu Tandatangani PKS

Penguatan layanan perpustakaan perguruan tinggi membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan UPA Perpustakaan Universitas Bengkulu dalam rangka penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Selasa (27/10), di Ruang Sidang Arsip, Perpustakaan dan Arsip UGM.

Kunjungan tersebut diterima oleh Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA. Pertemuan ini menjadi bagian dari tindak lanjut komitmen kerja sama kelembagaan antara kedua perpustakaan untuk mendukung pengembangan institusi masing-masing.

Melalui penandatanganan PKS, kedua institusi berupaya memperkuat hubungan profesional serta membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan perpustakaan perguruan tinggi. Kemitraan ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, bertukar pengetahuan, dan mengembangkan potensi kerja sama yang dapat mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan.

Kolaborasi antarlembaga merupakan langkah penting untuk membangun ekosistem layanan informasi yang adaptif terhadap kebutuhan sivitas akademika. Penguatan jejaring juga membuka kesempatan bagi perpustakaan untuk saling belajar dan mengembangkan pendekatan pengelolaan yang sesuai dengan tantangan pendidikan tinggi.

“Kerja sama antarperpustakaan perlu diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi. Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, perpustakaan dapat terus mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pemustaka.” Ujar Arif Surachman.

Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Kerja sama tersebut juga mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan peran perpustakaan sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran dan akses pengetahuan.

Penandatanganan PKS ini menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan, dengan tindak lanjut yang terarah dan memberikan manfaat bagi kedua institusi. Kemitraan antarperpustakaan pada akhirnya bukan sekadar penguatan hubungan kelembagaan, melainkan juga peluang untuk memperluas kontribusi perpustakaan dalam mendukung pendidikan tinggi dan pengembangan pengetahuan di Indonesia.

Kontributor: Wasilatul Baroroh