Musyawarah Nasional XI dan Seminar Nasional FKP2TN 2026 Sukses Digelar, Perkuat Kolaborasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri

Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional XI dan Seminar Nasional FKP2TN 2026 pada 28–30 Oktober 2026 di UC Hotel UGM, Yogyakarta. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) ini diikuti lebih dari 100 peserta dari 63 perguruan tinggi negeri (PTN), serta melibatkan pengurus, dewan penasihat, dan mitra dari dalam maupun luar negeri.

Mengusung tema “Reimagining Academic Libraries: Advancing Learning, Research, and Inclusive Services”, kegiatan ini menjadi ruang bagi perpustakaan perguruan tinggi untuk bertukar gagasan, mengevaluasi capaian organisasi, dan merumuskan arah pengembangan layanan. Di tengah perubahan ekosistem pendidikan tinggi, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan mendorong kolaborasi antarperpustakaan dalam mendukung pendidikan dan penelitian.

Sekretaris Universitas Gadjah Mada, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Perpustakaan dan Arsip UGM sebagai tuan rumah. Menurutnya, Musyawarah Nasional dan Seminar Nasional FKP2TN menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antarperpustakaan perguruan tinggi.

“Perpustakaan perguruan tinggi merupakan mitra strategis universitas dalam memajukan pembelajaran, mendukung riset, serta menghadirkan pengetahuan yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., menekankan pentingnya peran perpustakaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurutnya, perpustakaan harus terus beradaptasi dan memastikan layanan yang disediakan sesuai dengan kebutuhan pemustaka.

“Di tengah kemajuan AI, peran perpustakaan tetap dibutuhkan. Perpustakaan yang baik adalah perpustakaan yang mampu menyediakan kebutuhan pemustakanya,” ungkapnya.

Arif juga menyampaikan bahwa kegiatan selama tiga hari ini diikuti lebih dari 100 peserta dari 63 PTN, didukung lima anggota dewan penasihat, delapan pengurus inti, serta 15 mitra dari dalam dan luar negeri. Ia mengapresiasi pimpinan UGM, narasumber, delegasi perguruan tinggi, mitra, dan seluruh panitia yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan.

Seminar Nasional menghadirkan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., sebagai keynote speaker. Dalam paparannya yang bertajuk “Perspektif Kepemimpinan Perguruan Tinggi dalam Transformasi Digital Ekosistem Pembelajaran, Penelitian Berdampak, dan Kampus Inklusi”, Prof. Wening menyoroti tantangan melimpahnya informasi di era digital. Ia menekankan pentingnya peran perpustakaan dalam membantu civitas academica mengevaluasi, memahami, dan memanfaatkan informasi secara kritis dan bertanggung jawab.

Pembahasan seminar juga mencakup integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, dan pemanfaatan AI secara tepat dalam pembelajaran serta penelitian. Dalam konteks ini, perpustakaan dapat menjadi mitra strategis sepanjang siklus penelitian, mulai dari penelusuran literatur dan pengelolaan informasi hingga diseminasi hasil penelitian.

Perspektif tersebut diperkaya melalui paparan tiga narasumber, yaitu Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T. dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Ida Fajar Priyanto, M.A., Drs., Ph.D. dari UGM; serta Labibah Zain, M.LIS., Dr. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Diskusi dipandu oleh Prof. Drs. Suroto, M.A., Ph.D., Kepala Perpustakaan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Selain seminar, kegiatan ini menghadirkan sesi berbagi praktik baik bertajuk “Sharing Session Praktik Baik Pengelolaan Perpustakaan PT di Indonesia”. Sesi tersebut menghadirkan empat presenter, yaitu Riah Wiratningsih, S.S., M.Si., Kepala Perpustakaan Universitas Sebelas Maret; Gede Arda, S.TP., M.Sc., Ph.D., Kepala UPT Perpustakaan Universitas Udayana; Muhamad Novrie Zainuddin, S.I.Pust. dari Universitas Borneo Tarakan; serta Apt. Yori Yuliandra, Ph.D. dari Universitas Andalas. Keempatnya berbagi pengalaman mengenai pengembangan layanan, inovasi pengelolaan, dan strategi memenuhi kebutuhan sivitas akademika.

Selain Seminar Nasional, Musyawarah Nasional XI menjadi agenda penting untuk mengevaluasi pertanggungjawaban kepengurusan FKP2TN periode 2023–2026 sekaligus menentukan kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya. Dalam pemilihan tersebut, Agus Rifai, S.Ag., S.S., M.Ag., Ph.D. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali terpilih sebagai Ketua Umum FKP2TN periode 2026–2029.

Dalam sambutannya, Agus mengajak seluruh anggota untuk menjaga dinamika organisasi, terbuka terhadap masukan, dan terus belajar dari pengalaman. Ia juga menekankan pentingnya menerjemahkan gagasan serta hasil musyawarah menjadi pengembangan layanan perpustakaan yang nyata. Semangat tersebut sejalan dengan slogan FKP2TN, yaitu “Sinergi, Kolaborasi, dan Berbagi”.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyelenggaraan FKP2TN Award 2026 untuk pertama kalinya. Penghargaan yang mencakup sepuluh kategori ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja, inovasi, dan praktik baik perpustakaan perguruan tinggi dalam mengembangkan layanan. Pada kesempatan tersebut, Perpustakaan dan Arsip UGM meraih Juara I kategori Best Research Support Library Award. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kontribusi perpustakaan dalam mendukung penelitian dan pengembangan ekosistem akademik di perguruan tinggi.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan budaya pada 30 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, peserta berkesempatan mengenal lebih dekat lingkungan dan kekayaan budaya Yogyakarta. Seluruh rangkaian Musyawarah Nasional XI dan Seminar Nasional FKP2TN 2026 terlaksana berkat dukungan pimpinan UGM, pengurus FKP2TN, narasumber, peserta, mitra, dan panitia penyelenggara.

Penyelenggaraan kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan ekosistem pembelajaran dan penelitian; SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan kolaborasi serta inovasi layanan; SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui dorongan terhadap layanan perpustakaan yang inklusif; dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring antarperguruan tinggi.

Keberhasilan menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional XI dan Seminar Nasional FKP2TN 2026 memperkuat peran Perpustakaan dan Arsip UGM dalam pengembangan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Melalui pertukaran pengetahuan dan kolaborasi yang terbangun, perpustakaan semakin mampu menjawab kebutuhan akademik serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi.

Kontributor: Wasilatul Baroroh