Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menerima kunjungan dari peserta The 6th International Dental Summer Course pada Selasa (14/7). Melalui kunjungan ini, para peserta dari berbagai negara diajak mengenal lebih dekat ekosistem pembelajaran di UGM melalui beragam yang ada di Perpustakaan dan Arsip UGM antara lain: ruang layanan, ruang koleksi, serta fasilitas unggulan yang dimiliki Perpustakaan dan Arsip UGM.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian The 6th International Dental Summer Course bertema Sustainable Dentistry: Integrating Prevention, Innovation, and Environmental Responsibility yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi UGM pada 13–17 Juli 2026. Salah satu agenda kegiatan adalah memperkenalkan fasilitas pendidikan, inovasi, dan lingkungan akademik UGM kepada peserta internasional.
Peserta diterima di Ruang Seminar Lantai 2 Perpustakaan dan Arsip UGM untuk mengikuti sesi pengenalan mengenai layanan dan fasilitas perpustakaan yang disampaikan oleh Barid Budi Wicaksono, S.TP., M.A. Dalam pemaparannya, Barid menjelaskan bahwa Perpustakaan dan Arsip UGM mengelola sistem perpustakaan terintegrasi yang menghubungkan Perpustakaan Pusat, 18 perpustakaan fakultas, dua perpustakaan sekolah, serta Perpustakaan Kampus Jakarta. Melalui sistem tersebut, seluruh civitas academica UGM dapat mengakses dan meminjam koleksi dari seluruh jaringan perpustakaan UGM secara lebih mudah dan efisien. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai layanan, koleksi cetak dan digital, program literasi informasi, serta fasilitas pendukung pembelajaran yang dimiliki Perpustakaan dan Arsip UGM.
“All libraries across the university are connected into a single service, allowing members of the UGM academic community to borrow books from any faculty or unit library. This integration makes access to knowledge easier, more efficient, and more convenient for our users,” ujar Barid.
Usai sesi presentasi, peserta diajak mengunjungi The Gade Creative Lounge (TGCL), salah satu fasilitas unggulan berupa area belajar (learning commons) yang menjadi area favorit mahasiswa UGM. Didampingi tim Perpustakaan dan Arsip UGM, peserta melihat secara langsung ruang kolaboratif yang dirancang untuk mendukung diskusi, kreativitas, serta pengembangan ide.
Kesan positif disampaikan oleh salah satu peserta asal Filipina, Red, yang mengaku terkesan saat pertama kali mengunjungi Perpustakaan dan Arsip UGM. “My first impression of the UGM Library is that it’s very big. The facilities are impressive, and I think it’s a comfortable place for students to study and collaborate,” ungkap Red.
Melalui kunjungan ini, Perpustakaan dan Arsip UGM menunjukkan perannya sebagai pusat pembelajaran yang mendukung kolaborasi, inovasi, dan pertukaran pengetahuan dalam lingkungan akademik internasional. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya internasionalisasi Universitas Gadjah Mada dengan menghadirkan pengalaman belajar yang komprehensif bagi peserta dari berbagai negara.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses terhadap sumber belajar dan fasilitas pendidikan yang berkualitas, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dan jejaring internasional. Melalui kunjungan akademik seperti ini, Perpustakaan dan Arsip UGM terus memperkuat perannya sebagai gerbang pengetahuan yang menghubungkan komunitas akademik global dengan ekosistem pembelajaran dan inovasi di Universitas Gadjah Mada.
Kontributor: Wasilatul Baroroh