Sarasehan Jumat Awal Bulan: Bangun Budaya Kerja Positif, Mulai dari Hal Sederhana

Pernah nggak, melihat rekan kerja sedang kewalahan lalu bertanya dalam hati, “Perlu dibantu, nggak ya?” Atau melihat sampah berserakan dan berpikir, “Ah, nanti juga ada yang beresin.” Hal-hal kecil seperti itulah yang justru menjadi topik utama dalam Sarasehan Jumat Awal Bulan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (3/7).

Digelar di Ruang Co-Working Space BNI Lantai 1, sarasehan ini kembali mempertemukan pegawai Perpustakaan dan Arsip UGM dalam suasana yang hangat. Selain menyampaikan informasi terkini mengenai institusi, kegiatan ini juga menjadi momen untuk merefleksikan kebiasaan-kebiasaan kecil yang dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan saling mendukung.

Mengawali sarasehan, Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., menyampaikan berbagai perkembangan dan informasi terkini mengenai Perpustakaan dan Arsip UGM. Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk terus membangun budaya kerja yang dilandasi empati, kepedulian, kejujuran, dan semangat saling membantu.

Menurut Arif, budaya kerja yang baik lahir dari tindakan-tindakan sederhana. Membantu teman yang sedang hectic, memungut sampah meskipun bukan tugas sendiri, bekerja dengan jujur, berani melahirkan ide-ide kreatif, hingga membiasakan diri berbuat baik kepada siapa pun merupakan nilai yang perlu terus dirawat bersama. “Kalau melihat teman sedang membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk membantu. Hal-hal kecil seperti itu justru yang membentuk budaya kerja kita,” ujarnya.

Pesan tersebut terasa dekat dengan keseharian. Sebab, sering kali yang membuat sebuah tempat kerja nyaman bukan hanya fasilitasnya, tetapi orang-orang di dalamnya yang saling mendukung ketika dibutuhkan.

Obrolan kemudian bergeser ke topik yang tak kalah penting yakni kesehatan. Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi, Yulistiarini Kumaraningrum, S.P., M.M., mengingatkan bahwa bekerja keras juga perlu diimbangi dengan menjaga diri sendiri. “Jangan lupa berolahraga. Nikmat sehat itu mahal, jadi jangan sampai kita baru menyadarinya ketika sudah sakit,” pesannya.

Di tengah ritme pekerjaan yang padat, pesan tentang work-life balance menjadi pengingat bahwa produktif bukan berarti terus bekerja tanpa jeda. Menjaga kesehatan fisik dan mental juga merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai profesional.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Arsip, Erna Widayati, S.E., M.M., menyampaikan dukungannya terhadap nilai-nilai yang telah disampaikan. Menurutnya, budaya saling peduli, jujur, dan berbuat baik merupakan pondasi penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan harmonis.

Menjelang akhir kegiatan, Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si., menutup sarasehan dengan sebuah refleksi sederhana yang mengundang semua peserta untuk merenung. “Semakin banyak kita menolong orang lain, semakin banyak pula kemudahan yang akan datang kepada kita.”

Melalui Sarasehan Jumat Awal Bulan, Perpustakaan dan Arsip UGM terus menghadirkan ruang untuk memperkuat komunikasi sekaligus menumbuhkan budaya kerja yang lebih manusiawi. Nilai empati, integritas, kreativitas, dan kepedulian yang terus digaungkan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Karena pada akhirnya, institusi yang hebat bukan hanya dibangun oleh orang-orang yang pintar bekerja, tetapi juga oleh mereka yang mau peduli, saling menguatkan, dan bertumbuh bersama.

Kontributor: Wasilatul Baroroh