Menentukan research gap yang tepat sering menjadi tantangan bagi peneliti, terutama pada tahap awal penyusunan penelitian. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan Workshop Serial Literature Review: Penelusuran Scoping Review pada Rabu (10/6) di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung L1 Perpustakaan dan Arsip UGM.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini menghadirkan Sukirno, SIP., MA., Pustakawan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, sebagai narasumber, dengan Aprilia Mardiastuti, S.IP., MA., Pustakawan UGM, sebagai moderator.
Melalui workshop ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai praktik terbaik (best practice) dan tahapan pelaksanaan scoping review, mulai dari perumusan pertanyaan penelitian hingga pelaporan hasil. Metode ini banyak digunakan untuk memetakan topik penelitian dan mengidentifikasi peluang riset yang masih terbuka.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi Perpustakaan dan Arsip UGM, Yulistiarini Kumaraningrum, SP., MM., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian serial literature review yang diselenggarakan Perpustakaan dan Arsip UGM.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari serial literature review yang kami hadirkan untuk mendukung penguatan kapasitas akademik civitas UGM. Kami berharap peserta dapat mengambil manfaat dari setiap seri yang diselenggarakan sehingga proses penelitian dapat dilakukan dengan lebih terarah dan sistematis,” ujarnya.
Pada sesi materi, Sukirno menjelaskan bahwa scoping review menjadi pendekatan yang penting bagi peneliti untuk memahami lanskap penelitian secara lebih luas sebelum menentukan arah riset yang lebih spesifik. Melalui metode ini, peneliti dapat mengidentifikasi topik yang telah banyak diteliti maupun area yang masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Peserta diperkenalkan pada tahapan utama scoping review, mulai dari identifikasi pertanyaan penelitian, pengembangan protokol, penyusunan strategi pencarian literatur, seleksi studi, ekstraksi data, pemetaan dan sintesis data, hingga pelaporan hasil.
Dalam penyusunan pertanyaan penelitian, Sukirno menyoroti pentingnya penggunaan kerangka PCC (Population, Concept, Context) yang dinilai lebih sesuai untuk scoping review dibandingkan kerangka PICO yang umum digunakan dalam penelitian evaluatif.
“PCC memungkinkan peneliti mengeksplorasi suatu topik secara lebih luas sehingga sangat cocok digunakan untuk scoping review yang bertujuan memetakan literatur dan mengidentifikasi research gap,” jelasnya.
Workshop turut membahas proses seleksi artikel menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, pemanfaatan perangkat lunak seperti Mendeley, EndNote, Covidence, dan Rayyan, hingga penyusunan diagram PRISMA yang menjadi komponen penting dalam pelaporan hasil scoping review maupun systematic literature review.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan dan Arsip UGM terus memperkuat perannya sebagai mitra akademik yang mendukung peningkatan kualitas riset dan literasi informasi di lingkungan perguruan tinggi. Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas riset dan pembelajaran sepanjang hayat, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan ekosistem pengetahuan yang mendukung inovasi berbasis penelitian.
Dengan semakin meningkatnya tuntutan terhadap kualitas publikasi ilmiah, pemahaman mengenai metode scoping review menjadi keterampilan yang dapat membantu peneliti menemukan research gap secara lebih terarah sekaligus memastikan penelitian yang dilakukan memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Kontributor: Wasilatul Baroroh