Suasana hangat dan penuh penghormatan menyelimuti Ruang Seminar Gedung L1 Lantai 2 Perpustakaan dan Arsip UGM pada Selasa, 31 Maret 2026. Di ruang itulah, pelepasan purna tugas Peni Bektiningsih, S.IP., Pustakawan Ahli Muda, digelar. Kegiatan ini menandai berakhirnya masa pengabdian panjang selama 38 tahun 1 bulan di Universitas Gadjah Mada.
Pelepasan ini menjadi momen reflektif atas perjalanan panjang seorang pustakawan yang turut menjaga denyut layanan informasi dan arsip di lingkungan perguruan tinggi. Acara dilaksanakan sehari sebelum masa purna tugas resmi berlaku pada 1 April 2026, serta dihadiri pimpinan dan rekan sejawat lintas bidang.
Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, S.IP., MBA., dalam sambutannya menyampaikan kesan mendalam selama bekerja bersama Ibu Peni. Ia menilai, sosok Peni Bektiningsih dikenal sebagai pribadi yang tekun dan konsisten dalam menjalankan tugas, meskipun kerap bekerja tanpa banyak sorotan.
“Selama bekerja bersama, Ibu Peni adalah sosok yang bekerja dalam diam, namun selalu tuntas dalam setiap tanggung jawabnya. Ketelatenan dan komitmen beliau menjadi teladan bagi kami semua,” ujar Arif.
Dalam kesempatan yang sama, Ibu Peni menyampaikan pesan perpisahan dengan penuh rasa syukur. Ia mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui bersama seluruh civitas Perpustakaan dan Arsip UGM.
“Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari Perpustakaan dan Arsip UGM. Banyak pembelajaran berharga yang saya dapatkan, terutama tentang arti bekerja dengan tulus dan melayani sepenuh hati,” ungkapnya.
Kesan dan pesan turut disampaikan oleh rekan sejawat lintas bidang, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perpustakaan, Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si., Kepala Bidang Arsip, Erna Widayati, S.E., M.M., Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi Perpustakaan dan Arsip, Yulistiarini Kumaraningrum, S.P., M.M., serta Ketua Korps Pegawai Universitas Gadjah Mada (Korpagama) Perpustakaan dan Arsip, Haryanta, S.IP.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan sebagai bentuk penghargaan institusi atas kontribusi yang telah diberikan. Suasana kebersamaan dan kehangatan tampak jelas dalam momen perpisahan tersebut, mencerminkan eratnya relasi profesional dan personal yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Pelepasan purna tugas ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan layanan perpustakaan dan arsip tidak hanya bertumpu pada sistem dan teknologi, tetapi juga pada sumber daya manusia yang berintegritas. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peran pustakawan dalam menjaga keberlanjutan akses pengetahuan dan informasi sebagai pondasi proses pendidikan di perguruan tinggi, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) yang tercermin dari dedikasi, etos kerja, dan profesionalisme Ibu Peni selama lebih dari tiga dekade pengabdian.
Purna tugas bukanlah akhir dari kontribusi. Jejak pengabdian Ibu Peni menjadi bukti bahwa merawat pengetahuan adalah kerja panjang dan setiap individu di dalamnya meninggalkan warisan yang akan terus hidup, melampaui batas waktu dan masa jabatan.
Kontributor: Wasilatul Baroroh