Transformasi teknologi digital semakin mengubah cara perpustakaan mengelola pengetahuan dan memberikan layanan informasi. Menyadari dinamika tersebut, Forum Pustakawan Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan webinar nasional bertajuk “AI Tanpa Drama: Praktis, Hemat, dan Siap Digunakan” dalam kegiatan Ngabuburit Bersama Forum Pustakawan UGM yang digelar secara daring pada Rabu (4/3/2026).
SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
Transformasi digital mendorong perpustakaan dan lembaga kearsipan bergerak cepat menata ulang strategi pengelolaan informasi. Isu tersebut menjadi sorotan dalam webinar nasional Ngabuburit Bersama Forum Pustakawan UGM bertajuk “Konvergensi Arsip, Perpustakaan & Teknologi: Menuju Digital Asset Management (DAM)” yang diikuti ratusan pustakawan, arsiparis, dan praktisi teknologi informasi dari berbagai daerah.
Akses terhadap sumber ilmiah bereputasi menjadi kunci dalam menghasilkan riset berkualitas. Menjawab kebutuhan tersebut, Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop E-Journal ProQuest sebagai Sumber Referensi Penelitian dan Karya Ilmiah untuk memperkuat kemampuan civitas academica dalam memanfaatkan basis data akademik global secara optimal.
Sebuah buku tidak lahir dari ruang sunyi, melainkan dari perjumpaan gagasan lintas profesi yang terus diasah melalui dialog dan refleksi. Semangat inilah yang diusung Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui ArchiTalk & LibSpeak Special Event, sebuah forum diskusi daring yang kali ini mengulas proses kreatif di balik lahirnya buku “Masa Depan Pengetahuan: Transformasi Perpustakaan dan Arsip dalam Ekosistem Pengetahuan Baru”, Rabu (28/1/2026).
Forum Pustakawan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan UGM LibSpeak 10, webinar nasional bertema “Otomatisasi Data Analytics dengan Artificial Intelligence untuk Pengembangan Layanan Perpustakaan: Perlukah?”, pada Selasa (27/1/2026) secara daring. Kegiatan ini diikuti 631 peserta yang terdiri atas pustakawan, akademisi, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menerapkan sistem gate access sebagai mekanisme keluar-masuk pengunjung. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya untuk menjawab dua kebutuhan utama, yakni meningkatkan keamanan bagi pengguna perpustakaan dan arsip serta memantau data pengunjung sebagai dasar evaluasi dan pengembangan fasilitas layanan. Dengan sistem ini, aktivitas keluar-masuk pengunjung dapat tercatat secara otomatis melalui sistem informasi yang terintegrasi.
Perpustakaan dan Arsip UGM menggelar talkshow “Menjawab Tantangan Energi: Membangun Bisnis Energi Baru Terbarukan (EBT) Tanpa Modal dari Kampus” pada Rabu, 27 November 2025, di Ruang Seminar. Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi mahasiswa dan publik untuk membahas inovasi energi bersih serta peluang bisnisnya di masa depan.
Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan studi banding Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo pada Jumat, 21 November 2025 untuk membahas pengelolaan skripsi–disertasi serta berbagai strategi peningkatan kunjungan perpustakaan sebagai bagian dari upaya memperkuat SDGs 4: Pendidikan Berkualitas dan SDGs 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
Semangat memperkuat penelitian di lingkungan akademik sangat baik untuk menunjang pembangunan berkelanjutan. LPDP UGM pada Selasa, 18 November 2025, di Ruang Seminar Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara bertajuk Poster Presentation & Seminar on the SDGs 2025 serta Grand Award Researcher Award LPDP UGM 2025 sejak pagi hingga sore, kegiatan ini diikuti mahasiswa dalam forum yang menyalakan dialog tentang riset, inovasi, dan kontribusi ilmiah bagi percepatan SDGs menuju Indonesia Berkelanjutan 2030.
Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama penerbit internasional Taylor & Francis mengadakan workshop “Guide for Academic: From Research to Publication” pada Rabu (12/11) di Ruang Seminar Gedung L1 lantai 2 dan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas civitas academica UGM untuk menembus jurnal internasional bereputasi.