Awali Agustus, Perpustakaan dan Arsip UGM Apresiasi Pengabdian Pegawai dan Berbagi Cerita tentang Kekuatan Kata-Kata

Pagi itu, tepuk tangan pertama bukan ditujukan untuk sebuah pencapaian baru, melainkan untuk perjalanan panjang pengabdian. Dua pegawai Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya sebelum peserta diajak menyimak kisah di balik sebuah eksperimen sederhana tentang kekuatan kata-kata. Seluruh rangkaian tersebut tersaji dalam Sarasehan Jumat Awal Bulan yang berlangsung di Ruang Co-Working Space (CWS) BNI Perpustakaan dan Arsip UGM, Jumat (7/8).

Sarasehan dibuka oleh Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA. Dalam sambutannya, Arif mengajak seluruh pegawai untuk terus menjaga semangat belajar, memperkuat kolaborasi, dan membangun budaya kerja yang saling mendukung.

“Pertemuan rutin seperti ini penting untuk menjaga komunikasi di antara kita. Dari forum sederhana ini kita bisa saling belajar, saling mengapresiasi, dan bersama-sama meningkatkan kualitas layanan kepada civitas academica,” ujar Arif.

Momentum penghargaan menjadi salah satu bagian yang paling berkesan. Dwi Ningsih menerima Satyalancana Karya Satya 30 Tahun, sedangkan Kurniatun menerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun. Penghargaan ini merupakan tanda kehormatan dari Pemerintah Republik Indonesia yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas kesetiaan, pengabdian, kejujuran, kedisiplinan, serta masa kerja yang dijalani secara terus-menerus. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas dedikasi yang telah diberikan selama bertahun-tahun dalam menjalankan tugas.

Usai penyerahan penghargaan, peserta diajak mengikuti sesi berbagi dari Bidang Arsip. Berangkat dari rasa ingin tahu terhadap sebuah gagasan yang banyak diperbincangkan, tim Bidang Arsip melakukan eksperimen sederhana yang terinspirasi dari buku The Hidden Messages in Water karya ilmuwan Jepang, Dr. Masaru Emoto. Eksperimen ini merupakan inisiasi Erna Widayati, S.E., M.M., Kepala Bidang Arsip Perpustakaan dan Arsip UGM, dan dilaksanakan oleh Zuli Erma Santi, Fitria Agustina, Kurniatun, Anna Riasmiati, serta Heri Santosa.

Percobaan dilakukan menggunakan dua wadah berisi air dan beras. Salah satu wadah secara konsisten diberi kata-kata positif, sementara wadah lainnya diberi kata-kata bernada negatif. Setelah beberapa waktu, keduanya menunjukkan kondisi yang berbeda.

Heri Santosa menjelaskan bahwa perubahan tersebut memang tidak terlalu tampak jika diamati secara langsung. “Secara kasat mata perbedaannya tidak begitu terlihat. Namun ketika diamati menggunakan mikroskop, bentuk kristal air pada sampel yang diberi kata-kata baik atau doa terlihat lebih teratur dibandingkan dengan sampel yang diberi kata-kata negatif,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa eksperimen tersebut dibagikan sebagai bahan refleksi bersama mengenai pentingnya membangun komunikasi yang baik di lingkungan kerja. Terlepas dari berbagai pandangan ilmiah mengenai teori yang dikemukakan Masaru Emoto, pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya memilih kata-kata yang membangun dan menciptakan suasana kerja yang saling menghargai.

Sarasehan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan evaluasi Program Pengembangan Diri Tahun 2026 oleh Stevanus Deni Nur Prasetyo selaku ketua program. Evaluasi tersebut menjadi bahan penyusunan program pengembangan diri tahun 2027 agar kegiatan yang dirancang semakin sesuai dengan kebutuhan pegawai dan organisasi.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Heri Santosa. Meski berlangsung singkat, Sarasehan Jumat Awal Bulan menjadi ruang bagi seluruh pegawai untuk berhenti sejenak dari rutinitas, mengapresiasi pengabdian rekan kerja, berbagi pengalaman, sekaligus menyusun langkah bersama untuk menghadapi program-program mendatang.

Semangat yang dibangun melalui sarasehan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya menciptakan lingkungan kerja yang positif dan mendukung kesehatan mental pegawai, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui budaya belajar dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan memperkuat profesionalisme, apresiasi terhadap pengabdian, dan budaya kerja yang kolaboratif di lingkungan Perpustakaan dan Arsip UGM.

Kontributor: Wasilatul Baroroh