Perluas Jejaring Perpustakaan, Perpustakaan dan Arsip UGM Jalin Kolaborasi dengan UIN Raden Intan Lampung

Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama dengan UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung untuk mengembangkan kualitas layanan, memperluas akses sumber informasi, serta meningkatkan kompetensi pustakawan. Kolaborasi ini dapat mendorong inovasi pengelolaan perpustakaan dan memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kesepakatan kedua pihak secara resmi dituangkan dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) yang berlangsung di Perpustakaan dan Arsip UGM, Kamis (29/10/2026). Kerja sama ini diarahkan pada pengembangan berbagai program yang mencakup peningkatan mutu layanan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta optimalisasi pengelolaan informasi di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi.

Kepala UPT Perpustakaan UIN Raden Intan Lampung, Dr. Eni Amaliah, S.Ag., S.S., M.Ag., menekankan pentingnya merealisasikan kesepakatan tersebut ke dalam kegiatan yang berkesinambungan. Menurutnya, kemitraan ini memiliki peluang untuk memperluas pemanfaatan koleksi dan sumber informasi sekaligus meningkatkan kemampuan pustakawan dalam memberikan layanan kepada pemustaka.

“Kami mengharapkan adanya tindak lanjut yang konkret dari MoA ini untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan secara berkelanjutan. Fokus utama kami adalah mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya informasi melalui resource sharing, serta meningkatkan kompetensi para pustakawan dan pengelola perpustakaan guna mendukung penuh pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkap Eni Amaliah.

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, kedua institusi merancang kerja sama dalam empat cakupan kegiatan. Pada aspek pengembangan koleksi dan akses informasi, kolaborasi akan dilakukan melalui pertukaran akses jurnal elektronik (e-journal) serta layanan peminjaman antarperpustakaan. Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, program yang direncanakan meliputi kesempatan magang dan penyelenggaraan lokakarya terkait pengelolaan perpustakaan modern.

Ruang lingkup berikutnya berfokus pada pengembangan teknologi dan pengelolaan informasi melalui integrasi sistem katalog serta kegiatan preservasi arsip. Sementara itu, pada bidang penguatan kelembagaan dan kontribusi sosial, kedua pihak membuka peluang pendampingan akreditasi serta pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui pembinaan perpustakaan. Rangkaian program ini dapat memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang relevan dengan kebutuhan pengguna.

Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., menyampaikan bahwa kemitraan antarlembaga menjadi salah satu upaya penting untuk mempercepat pengembangan perpustakaan. Pertukaran pengalaman dan pengetahuan antarinstitusi dinilai dapat memberikan perspektif baru dalam merespons tantangan pengelolaan informasi, khususnya di tengah berlangsungnya transformasi digital.

“Kami sangat menyambut baik kolaborasi di bidang perpustakaan dan pengelolaan informasi ini. Di era keterbukaan informasi saat ini, jejaring antarkampus menjadi kunci utama. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat saling bertukar praktik baik (best practices), memperkuat akses literasi, dan bersama-sama menghadapi tantangan transformasi digital di dunia perpustakaan,” tutur Arif Surachman.

Setelah penandatanganan MoA, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan sejumlah agenda yang dapat segera direalisasikan oleh kedua institusi. Diskusi tersebut mencakup peluang pertukaran data digital, penyelenggaraan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pustakawan, serta kunjungan studi banding guna mempelajari praktik pengelolaan perpustakaan di masing-masing institusi.

Inisiatif ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan akses terhadap sumber pembelajaran dan penguatan kapasitas tenaga perpustakaan. Selain itu, kerja sama ini mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan membangun sinergi antarlembaga pendidikan tinggi dalam mengembangkan layanan dan pengelolaan informasi.

Pengembangan perpustakaan akademik membutuhkan keterbukaan untuk berbagi sumber daya, pengalaman, dan inovasi. Kemitraan ini dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dan memberikan dampak nyata, sehingga manfaat perpustakaan tidak berhenti pada lingkungan institusi masing-masing, tetapi turut mendukung kemajuan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kontributor: Wasilatul Baroroh