Let’s Understand Better: Mengintip Kehidupan Mahasiswa di Amerika Serikat secara Lebih Dekat

Bagaimana rasanya menjadi mahasiswa di Amerika Serikat? Apakah tekanan akademiknya seberat yang dibayangkan? Bagaimana hubungan mahasiswa dengan dosen di sana? Pertanyaan-pertanyaan itu mengemuka dalam kegiatan Let’s Understand Better: Living and Studying in the United States as a Student yang diselenggarakan Perpustakaan dan Arsip UGM pada Selasa (9/6) di Ruang Seminar Lantai 2 Perpustakaan dan Arsip UGM.

Menghadirkan Vishvarupa Sivam, mahasiswa Program Neurobiology & Physiology, University of Maryland, kegiatan ini menjadi ruang dialog santai yang mempertemukan mahasiswa UGM dari berbagai fakultas dengan mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat.

Dipandu oleh Safirotu Khoir, Ph.D., Koordinator Humas dan Urusan Internasional Perpustakaan dan Arsip UGM, suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Berbeda dari seminar formal pada umumnya, kegiatan ini dikemas dalam format fun and informal conversation yang memungkinkan peserta bertanya secara terbuka mengenai berbagai aspek kehidupan mahasiswa di Amerika Serikat.

Berbagai pertanyaan muncul dari peserta, mulai dari sistem perkuliahan, budaya akademik, tantangan yang dihadapi, hingga kehidupan sehari-hari di kampus. Tidak sedikit peserta yang penasaran mengenai tekanan akademik yang dirasakan selama kuliah di University of Maryland, cara berkomunikasi dengan dosen, serta strategi menjaga keseimbangan antara akademik dan kehidupan pribadi.

“Di kampus saya, komunikasi dengan dosen biasanya dilakukan melalui email. Jadi mahasiswa harus terbiasa mengecek email dan menyampaikan pertanyaan atau kebutuhan akademik secara profesional melalui email,” kata Vishvarupa.

Tak hanya membahas akademik, diskusi juga berkembang ke topik-topik yang lebih personal dan ringan. Peserta menanyakan hobi yang digemari Vishvarupa, tokoh yang menjadi inspirasinya, hingga cita-cita yang ingin diraih di masa depan. Pertanyaan mengenai apakah dirinya bercita-cita menjadi dosen, peneliti, atau bahkan presiden, turut memancing gelak tawa dan mencairkan suasana diskusi.

Safirotu Khoir, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya Perpustakaan dan Arsip UGM untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih luas dan inklusif bagi mahasiswa.

“Melalui program Let’s Understand Better, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang mempertemukan mahasiswa dengan narasumber dari berbagai latar belakang dan pengalaman internasional. Harapannya, mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih luas tentang dunia pendidikan, budaya, dan kehidupan di negara lain secara langsung dari pelakunya,” ujar Safirotu.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Perpustakaan dan Arsip UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring dan pertukaran pengetahuan lintas negara.

Melalui percakapan sederhana yang berlangsung selama dua jam, mahasiswa dapat mengenal kehidupan kampus di Amerika Serikat dari dekat, sekaligus menyadari bahwa pengalaman belajar dapat menjadi jembatan untuk memahami dunia yang lebih luas. Sebab, terkadang satu percakapan santai mampu membuka wawasan yang tak ditemukan di dalam ruang kelas.

Kontributor: Wasilatul Baroroh