Selain menggunakan database akademik secara manual, Anda dapat memanfaatkan tools berbasis AI untuk membantu proses penelusuran dan pemahaman literatur secara lebih efisien. AI dapat membantu menemukan referensi awal, merangkum topik, mengidentifikasi istilah penting, melihat hubungan antartopik, dan membantu memahami dokumen akademik yang kompleks.
Namun, AI tetap perlu digunakan secara hati-hati. Hasil dari AI harus diverifikasi kembali dengan membaca artikel asli, memeriksa sumber yang direkomendasikan, dan membandingkannya dengan database akademik atau sumber resmi. AI dapat membantu mempercepat eksplorasi, tetapi tidak menggantikan proses membaca kritis, evaluasi sumber, dan penyusunan argumen penelitian.
Selain Scopus AI, Microsoft Copilot juga dapat digunakan untuk membantu eksplorasi awal dalam proses penelitian. Copilot dapat membantu pengguna menyusun ide pencarian, membuat daftar pertanyaan awal, merangkum informasi, atau membantu memahami dokumen tertentu, tergantung pada versi dan akses yang digunakan.
Microsoft menjelaskan bahwa fitur Researcher dalam Microsoft 365 Copilot dirancang untuk membantu mengumpulkan, menganalisis, dan merangkum informasi dari web, dokumen kerja, atau keduanya, serta menyusun laporan yang terstruktur dengan sumber.
Dalam konteks penelitian, Copilot dapat digunakan untuk:
Namun, Copilot tidak boleh dijadikan sumber akademik utama. Informasi yang dihasilkan tetap harus diperiksa kembali melalui artikel ilmiah, buku akademik, database, atau sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu tools yang dapat digunakan untuk mendukung penelusuran literatur adalah Scopus AI, fitur berbasis generative AI dari Elsevier yang terhubung dengan konten Scopus. Scopus AI dapat membantu pengguna mendapatkan ringkasan topik, menemukan referensi awal, melihat hubungan antartopik, dan mempercepat pemahaman awal terhadap bidang kajian tertentu. Elsevier menjelaskan Scopus AI sebagai alat pencarian berbasis GenAI yang dirancang untuk memperkaya pemahaman dan insight pengguna melalui konten Scopus.
Scopus AI dapat dimanfaatkan untuk:
Meskipun demikian, hasil dari Scopus AI tetap perlu ditindaklanjuti dengan membaca artikel asli. Gunakan Scopus AI sebagai titik awal untuk memahami topik, bukan sebagai satu-satunya dasar dalam menyusun kajian literatur.
NotebookLM dapat digunakan untuk membantu memahami dokumen atau sumber yang sudah dikumpulkan pengguna, seperti artikel PDF, catatan, atau dokumen penelitian. Berbeda dari alat pencarian umum, NotebookLM lebih tepat digunakan untuk membaca, merangkum, dan mengajukan pertanyaan berdasarkan sumber yang sudah dimasukkan ke dalam notebook.
Google menjelaskan NotebookLM sebagai alat riset dan pendamping berpikir berbasis AI yang dapat menganalisis sumber pengguna dan membantu mengubah informasi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami.
NotebookLM dapat dimanfaatkan untuk:
Tetap perhatikan bahwa ringkasan dari NotebookLM perlu diperiksa kembali dengan membaca dokumen asli. Jangan mengutip ringkasan AI sebagai pengganti membaca sumber utama.
Artificial Intelligence (AI) dapat membantu mempercepat proses kerja akademik, tetapi pengguna tetap bertanggung jawab penuh terhadap isi penelitian. Karena itu, gunakan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan akademik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Universitas Gadjah Mada menyediakan panduan penggunaan AI generatif dalam pembelajaran dan etika akademik. Panduan tersebut dapat digunakan sebagai rujukan institusional agar penggunaan AI tetap bertanggung jawab dan sesuai konteks akademik UGM. Berikut tautan panduan tersebut:
Panduan ini dapat digunakan sebagai rujukan etika akademik dalam pemanfaatan AI generatif di lingkungan pendidikan tinggi.
https://dkia.ugm.ac.id/id/panduan-ai-generatif/
Panduan institusional UGM terkait pemanfaatan AI generatif dalam pembelajaran di perguruan tinggi.
https://lib.ugm.ac.id/file/panduan-penggunaan-genai/
Untuk membantu pengguna memanfaatkan AI secara tepat dalam proses penelusuran dan pemahaman literatur, Perpustakaan dan Arsip UGM menyediakan Mini Class Literasi Informasi terkait AI untuk Pencarian Literatur. Kelas ini membantu pengguna memahami pemanfaatan tools seperti Scopus AI dan tools berbasis AI lain untuk mendukung pencarian literatur, memahami artikel ilmiah, dan mempercepat eksplorasi awal secara bertanggung jawab.
Jadwal dan pendaftaran Mini Class AI untuk Pencarian Literatur: diumumkan secara berkala melalui Instagram Perpustakaan dan Arsip UGM di https://instagram.com/perpustakaan_ugm
Untuk membantu memanfaatkan AI secara lebih tepat dalam penelusuran dan pemahaman literatur, Anda dapat membaca panduan berikut:
Panduan ini menjelaskan penggunaan Scopus AI untuk membantu memahami topik, memperoleh ringkasan awal, menemukan referensi, dan melihat hubungan antartopik dari konten akademik di Scopus.
Panduan ini menjelaskan fitur Scopus AI atau AI Discovery yang mendukung proses eksplorasi literatur, identifikasi pola, dan pemahaman awal terhadap bidang kajian melalui konten Scopus.
https://www.elsevier.com/products/scopus/scopus-ai](https://www.elsevier.com/products/scopus/scopus-ai
Panduan ini menyediakan informasi resmi tentang penggunaan Microsoft 365 Copilot dalam berbagai aplikasi, termasuk dukungan untuk produktivitas, peringkasan, dan pengolahan informasi.
https://support.microsoft.com/en-us/microsoft-365-copilot
Panduan ini menjelaskan fitur Researcher di Microsoft 365 Copilot yang dapat membantu mengumpulkan, menganalisis, dan merangkum informasi dari web maupun dokumen yang dapat diakses pengguna.
Panduan ini berisi tips dan tutorial resmi untuk menggunakan NotebookLM, termasuk cara bekerja dengan sumber, membuat notebook, dan memahami dokumen yang dimasukkan pengguna.