Menulis Karya Ilmiah secara Terstruktur

Setelah data penelitian dikelola dengan baik, tahap berikutnya adalah menyusun karya ilmiah. Penulisan karya ilmiah tidak hanya menyajikan hasil penelitian, tetapi juga mengintegrasikan data, analisis, argumen, dan referensi ke dalam struktur tulisan yang utuh.

Secara umum, artikel ilmiah sering menggunakan struktur IMRaD, yaitu Introduction, Methods, Results, and Discussion. Struktur ini membantu penulis menyampaikan latar belakang, metode, hasil, dan pembahasan secara runtut. Namun, struktur tulisan tetap perlu disesuaikan dengan ketentuan program studi, dosen pembimbing, atau jurnal tujuan.

Dalam menulis karya ilmiah, gunakan bahasa akademik yang jelas, ringkas, dan konsisten. Hindari pernyataan yang terlalu umum tanpa dukungan sumber. Setiap argumen utama, data, konsep, atau pendapat yang berasal dari sumber lain perlu disertai sitasi.

Jika Anda membutuhkan bantuan dalam memahami struktur penulisan akademik atau penggunaan referensi dalam tulisan, Perpustakaan dan Arsip UGM menyediakan layanan Library Clinic. Layanan ini dapat membantu konsultasi terkait sitasi, pemilihan gaya penulisan, dan pengelolaan referensi. Library Clinic tersedia setiap hari Senin–Jumat pukul 09:30–10:30. Pengguna dapat datang langsung ke Information Desk Perpustakaan dan Arsip UGM atau melakukan reservasi melalui https://ugm.id/pendaftaranlibraryclinic

Menggunakan Sitasi dan Gaya Penulisan

Sebelum mulai menulis, pastikan Anda mengetahui gaya sitasi yang perlu digunakan. Gaya sitasi dapat ditentukan oleh dosen pembimbing, program studi, penerbit, atau jurnal tujuan. Gunakan satu gaya sitasi secara konsisten dalam seluruh bagian tulisan. Beberapa gaya sitasi yang umum digunakan antara lain APA, MLA, Chicago/Turabian, Harvard, IEEE, ACS, AMA, ASA, dan gaya sitasi yang lain.

Sitasi diperlukan untuk:

  1. memberikan kredit kepada penulis atau sumber asli;
  2. menunjukkan dasar argumen yang digunakan;
  3. membantu pembaca menelusuri sumber;
  4. menghindari plagiarisme;
  5. memperkuat kredibilitas tulisan akademik.

Anda perlu mencantumkan sitasi ketika mengutip langsung, memparafrasekan ide, merangkum sumber, menggunakan data statistik, gambar, tabel, atau menyampaikan informasi yang bukan pengetahuan umum.

Sitasi biasanya muncul dalam beberapa bentuk, yakni:

  1. In-text citation digunakan di dalam teks saat merujuk sumber, misalnya gaya APA: (Cottrell, 2013) atau gaya IEEE: [1].
  2. Daftar pustaka atau reference list memuat daftar lengkap semua sumber yang digunakan.
  3. Beberapa bidang juga menggunakan footnotes atau endnotes, misalnya dalam gaya Chicago/Turabian. Chicago Manual of Style menjelaskan bahwa sistem notes and bibliography menggunakan catatan kaki atau catatan akhir bernomor.

Mengelola Referensi dengan Reference Manager

Mengelola referensi secara manual dapat memakan waktu dan rentan kesalahan, terutama jika jumlah sumber semakin banyak. Karena itu, penulis disarankan menggunakan reference manager untuk menyimpan, mengatur, dan menggunakan referensi secara lebih sistematis. Beberapa tools manajemen referensi yang umum digunakan antara lain:

  1. Zotero
  2. Mendeley Reference Manager
  3. EndNote

Reference manager dapat membantu penulis mengumpulkan referensi dari database akademik, menyimpan metadata artikel, mengorganisasi sumber berdasarkan topik, menambahkan catatan atau anotasi, membuat sitasi otomatis, dan menyusun daftar pustaka sesuai gaya sitasi yang dipilih.

Zotero menyediakan plugin untuk Microsoft Word, LibreOffice, dan Google Docs yang dapat membuat sitasi serta bibliografi dinamis dalam dokumen. Mendeley Cite juga memungkinkan pengguna menyisipkan referensi dan bibliografi langsung di Microsoft Word. EndNote memiliki fitur Cite While You Write untuk menyisipkan sitasi dan mengelola referensi ketika menulis di Word.

Untuk mempelajari penggunaan reference manager secara praktis, Perpustakaan dan Arsip UGM menyediakan Mini Class Literasi Informasi. Kelas ini membantu pengguna memahami cara mengelola artikel, membuat sitasi otomatis, mengatur daftar pustaka, dan menggunakan reference manager dalam proses penulisan akademik. Jadwal dan pendaftaran Mini Class diumumkan secara berkala melalui Instagram Perpustakaan dan Arsip UGM di https://instagram.com/perpustakaan_ugm

Tips Menggunakan Reference Manager

Agar reference manager lebih efektif, gunakan sejak awal proses penelitian, bukan hanya ketika naskah hampir selesai. Masukkan referensi ke dalam library sejak tahap penelusuran literatur agar sumber yang digunakan tidak tercecer.

Beberapa praktik yang dapat dilakukan:

  1. kelompokkan referensi berdasarkan topik, bab, atau proyek penelitian;
  2. periksa kembali metadata artikel seperti nama penulis, judul, tahun, jurnal, volume, issue, halaman, dan DOI;
  3. gunakan folder atau collection untuk memisahkan sumber;
  4. tambahkan catatan singkat atau anotasi pada artikel penting;
  5. sinkronkan library untuk menghindari kehilangan data;
  6. gunakan format berbagi seperti RIS atau BibTeX jika berkolaborasi dengan peneliti lain;
  7. cek kembali hasil sitasi otomatis karena metadata yang salah dapat menghasilkan daftar pustaka yang salah. Bagian ini penting: reference manager membantu mempercepat proses sitasi, tetapi tidak menjamin semua data referensi sudah benar. Penulis tetap perlu memeriksa ulang sitasi dan daftar pustaka sebelum naskah diserahkan.

Mengecek Kemiripan Naskah

Sebelum mengirimkan naskah untuk publikasi, tugas akhir, atau keperluan akademik lain, penulis perlu memastikan bahwa penggunaan sumber sudah dilakukan dengan benar. Pengecekan kemiripan atau similarity check dapat membantu penulis melihat bagian teks yang memiliki kesamaan dengan sumber lain.

Namun, similarity score tidak boleh dibaca hanya sebagai angka. Turnitin menjelaskan bahwa similarity score menunjukkan persentase teks yang cocok dengan sumber lain dan perlu digunakan sebagai alat bantu dalam proses peninjauan, bukan sebagai penentu otomatis adanya pelanggaran akademik. iThenticate juga menyediakan Similarity Report untuk membantu pengguna memahami bagian teks yang memiliki kemiripan dengan sumber lain.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membaca hasil similarity check:

  1. periksa bagian teks yang terdeteksi, bukan hanya persentasenya;cek apakah kemiripan berasal dari kutipan langsung yang sudah diberi tanda kutip dan sitasi;
  2. cek apakah parafrase masih terlalu mirip dengan sumber asli;
  3. periksa apakah daftar pustaka ikut terdeteksi sebagai kemiripan;
  4. revisi bagian yang belum diparafrasekan dengan baik;
  5. pastikan seluruh ide, data, gambar, tabel, atau kutipan sudah disitasi dengan benar.

Perpustakaan dan Arsip UGM menyediakan Layanan Cek Plagiarisme untuk membantu memeriksa tingkat kemiripan atau similarity index pada karya ilmiah sebelum dipublikasikan atau diserahkan. Akses layanan dapat dilakukan melalui https://ugm.id/libetd

Panduan Terkait

Untuk membantu penulisan karya ilmiah, penggunaan sitasi, manajemen referensi, dan pengecekan kemiripan naskah, Anda dapat membaca panduan berikut:

APA Style Reference Examples — American Psychological Association

Panduan ini menyediakan contoh referensi dan in-text citation dalam gaya APA untuk berbagai jenis sumber, seperti artikel jurnal, buku, laporan, halaman web, dan sumber lainnya.
https://apastyle.apa.org/style-grammar-guidelines/references/examples

IEEE Editorial Style Manual — IEEE Author Center

Panduan ini menjelaskan gaya penulisan dan referensi IEEE, termasuk aturan penyusunan referensi untuk artikel jurnal IEEE dan publikasi terkait bidang teknik, komputer, dan teknologi.
https://journals.ieeeauthorcenter.ieee.org/create-your-ieee-journal-article/create-the-text-of-your-article/ieee-editorial-style-manual/

Chicago-Style Citation Quick Guide — The Chicago Manual of Style

Panduan ini menjelaskan dua sistem sitasi Chicago, yaitu notes and bibliography serta author-date, lengkap dengan contoh sitasi dan bibliografi.
https://www.chicagomanualofstyle.org/tools_citationguide.html

Using the Zotero Word Plugin — Zotero Documentation

Panduan ini menjelaskan cara menggunakan Zotero Word Plugin untuk menambahkan sitasi, memilih sumber dari Zotero Library, dan membuat bibliografi dalam dokumen.
https://www.zotero.org/support/word_processor_plugin_usage

Word Processor Plugins — Zotero Documentation

Panduan ini menjelaskan integrasi Zotero dengan Microsoft Word, LibreOffice, dan Google Docs untuk membuat sitasi serta bibliografi secara dinamis.
https://www.zotero.org/support/word_processor_integration

Using the Citation Plugin — Mendeley

Panduan ini menjelaskan penggunaan Mendeley Citation Plugin untuk menyisipkan referensi dari Mendeley Library dan membuat bibliografi dalam dokumen.
https://www.mendeley.com/guides/using-citation-editor

Mendeley Cite — Mendeley

Panduan ini menjelaskan fitur Mendeley Cite yang membantu pengguna memasukkan referensi dan bibliografi ke dokumen Microsoft Word.
https://www.mendeley.com/reference-management/mendeley-cite

Cite While You Write with Microsoft Word — EndNote

Panduan ini menjelaskan cara menggunakan fitur Cite While You Write** di EndNote untuk menyisipkan sitasi dan referensi langsung di Microsoft Word.
https://docs.endnote.com/docs/endnote/2025/v1/macos/en/content/09word/basic_instructions_word.htm

Understanding the similarity score — Turnitin

Panduan ini menjelaskan cara memahami similarity score dan pentingnya meninjau bagian teks yang terdeteksi, bukan hanya melihat angka persentase kemiripan.
https://guides.turnitin.com/hc/en-us/articles/23435833938701-Understanding-the-similarity-score

The Similarity Report — iThenticate

Panduan ini menjelaskan tampilan dan fungsi Similarity Report di iThenticate, termasuk bagaimana laporan kemiripan dapat digunakan untuk meninjau naskah.
https://guides.ithenticate.com/hc/en-us/articles/27244924185357-The-Similarity-Report