Meraih Mimpi dengan Passion yang Besar

[Selasa, 09/04/2019] “Prestasi seperti apa yang lolos kualifikasi untuk mendaftar di UGM?” tanya seorang siswa SMA N 3 Denpasar pada kesempatan kunjungan di Perpustakaan UGM. I Made Andi Arsana, ST., ME., Ph.D., dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada yang juga merupakan alumni SMA N 3 Denpasar menjelaskan bahwa setiap jenis prestasi akan dipertimbangkan oleh tim penilai, UGM tidak memiliki standard yang kaku mengenai kualifikasi prestasi. “Prestasi yang kamu miliki tidak harus tingkat Nasional atau Internasional. Karena, jika kamu memiliki keterampilan yang tidak dikompetisikan di tingkat Nasional atau Internasional, itu bukan berarti kamu tidak memiliki prestasi. Nilai-nilaimu yang bagus, itu juga bagian dari prestasi dari keterampilanmu,” tegas Andi.

Kunjungan yang melibatkan 101 siswa dan 6 guru ini, diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah SMA N 3 Denpasar menyampaikan maksud kehadirannya bersama para siswa. Tujuan kunjungan kali ini yaitu, ingin mengenalkan lebih dekat mengenai Universitas Gadjah Mada kepada para siswa sehingga mereka bisa mendapatkan gambaran mengenai pilihan studinya ketika hendak mendaftar ke perguruan tinggi, khususnya para siswa yang ingin berkuliah di Universitas Gadjah Mada. Informasi mengenai Universitas Gadjah Mada secara umum disampaikan oleh Sekretaris Perpustakaan UGM, Erna Widayati, S.E. Setelah itu disambung pemaparan informasi mengenai Perpustakaan Universitas Gadjah Mada oleh penanggungjawab layanan Electronic Theses and Disertation, Bapak Sarwono, SIP., MA.

Hal menarik dari kunjungan siswa SMA N 3 ini adalah hadir pula para alumni yang masih menempuh masa studi di UGM, baik program Diploma, Sarjana, maupun Pascasarjana. Masing-masing dari mereka menceritakan bagaimana perjuangan mereka bisa menjadi mahasiswa UGM. Salah satu alumni SMA N 3 Denpasar yang kerap disapa Pung, menceritakan bahwa prestasinya di bidang film mampu membawanya menjadi mahasiswa jurusan Kimia. Berbeda dengan Pung, alumni SMA N 3 lainnya yang kerap disapa Mae membagi kisah perjuangannya mendapatkan beasiswa agar direstui oleh orang tua untuk kuliah di Fakultas Hukum UGM. Menanggapi perihal beasiswa ini digarisbawahi oleh Bapak Andi, bagaimana ia biasa disapa. “Tenang saja, di sini banyak beasiswa yang bisa diakses oleh mahasiswa.”

Dalam menutup acara kunjungan tersebut Andi membagi pesan kepada para siswa SMA N 3, “Kalian harus punya passion terhadap sesuatu. Karena jika kalian memiliki passion, kalian akan berjuang sepenuh hati untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan.” [Humas: Ge, Cahya]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.