Database aggregator EBSCO merambah channel Youtube di EBSCO Help

Database aggregator berbeda dengan publisher (penerbit), keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing” papar Erick Junikon yang merupakan field respresentative dari EBSCO dalam kegiatan Workshop Digital Resources oleh Tim EBSCO. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Maret 2018 di Ruang Seminar Lt 2 Gedung L1 Perpustakaan UGM.

Lebih lanjut, Erik Junikon memaparkan bahwa Database aggregator sendiri adalah secondary distributor, di mana mereka hanya melisensi konten-konten dari berbagai penerbit dan tidak menerbitkan jurnal sendiri. Kelebihan aggregator ialah di mana konten yang mereka miliki lebih banyak dan bervariasi karena mereka memiliki akses untuk melisensi dari banyak penerbit. Sedangkan suatu penerbit, hanya menghadirkan artikel yang mereka terbitkan sendiri sehingga jumlah dan topiknya akan lebih terbatas. Kelemahan yang ada pada database aggregator ialah dimana mereka bisa saja terkena embargo dari penerbit utama sehingga artikel atau jurnal yang diakses tidak bisa dilihat secara full text.

Universitas Gadjah Mada, melalui Perpustakaan UGM sendiri, melanggan beberapa database aggregrator, yaitu EBSCO, ProQuest dan Gale. Demikian informasi yang disampaikan oleh Nawang Purwanti selaku Kepala Perpustakaan UGM, saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Workshop hari ke-7 dari 10 hari yang diancangkan. Database aggregator memberikan banyak pilihan jurnal yang bervariasi, sehingga cocok untuk memfasilitasi keperluan artikel bagi civitas academica UGM yang menekuni berbagai disiplin ilmu. Perpustakaan UGM memilih 3 database yaitu academic search complete, business source complete dan EBSCO e-book.

Workshop ini disajikan dalam format presentasi dan praktik akses, serta diselingi dengan informasi tentang cara mengirimkan artikel jurnal ke berbagai penerbit yang diindeks oleh EBSCO. Pada bagian akhir workshop, Erik mengadakan live demo tutorial bagaimana log ini dan mengakses artikel maupun jurnal yang ada di dalam EBSCO. Jika masih ada yang memiliki kesulitan dalam mengakses dan menggunakan EBSCO panduan lengkap bisa dilihat pada channel Youtube di EBSCO Help. Harapannya melalui sesi ini para pengguna akan lebih mudah untuk mengakses layanan yang sudah disediakan oleh EBSCO sebagai database aggregator. [Penulis: Fadhilla, Nur Cahyati Wahyuni]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*